Sucofindo: Instansi Pemerintah Mulai Sertifikasikan Sistem Manajemen

id Sucofindo: Instansi Pemerintah Mulai Sertifikasikan Sistem Manajemen

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan audit PT Superintending Company of Indonesia (Persero) atau Sucofindo mengungkapkan instansi pemerintah pusat mulai menyertifikasikan sistem manajemen instansi untuk mendukung reformasi birokrasi.

"Ada beberapa lembaga di bawah Kementerian Keuangan seperti Inspektorat Jenderal, Pajak, dan Bea Cukai," kata Direktur Utama Sucofindo Arief Safari di Jakarta, Jumat.

Namun, Arief belum bisa memastikan kapan instansi tersebut akan disertifikasi. "Saya rasa dalam waktu dekat Pajak, dan Bea Cukai sedang akan menerapkan itu, karena ini penting untuk reformasi birokrasi," tambahnya.

Menurut dia, sertifikat ISO penting untuk menjaga kinerja perusahaan. Sedangkan bagi instansi pemerintah, sertifikat merupakan suatu langkah reformasi birokrasi dimana kepuasan pelanggan menjadi sasaran mutu pelayanannya.

Sertifikat mutu sejenis diharapkan bisa menjadi standar pelayanan guna menjaga tata kelola instansi. Apalagi, saat ini, Pemerintah dinilai tengah giat menerapkan reformasi birokrasi.

"Kementerian Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) sudah melakukan ini dalam Indeks Kepuasan Masyarakat atau IKM," katanya.

Arief menilai sertifikat ISO dapat menunjang IKM karena bisa memberikan penilaian terukur untuk melihat kepuasan terhadap pelayanan yang ada.

Selain itu, Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu juga telah meraih ISO 9000:2008 untuk ruang pelayanan terpadu keuangan daerah.

Hingga saat ini, perseroan itu telah mengeluarkan sekitar 1.030 sertifikat ISO 9000 dengan kisaran rata-rata pertahun sekitar 200 sertifikat.

Perseroan yang didirikan pada 1956 itu melayani tak hanya perusahaan BUMN tetapi juga pihak swasta dari berbagai sektor seperti industri, pertambangan hingga ekspor impor.

"Ada banyak pihak yang menggunakan jasa kami, tapi swasta lebih banyak. Dari pihak Pemerintah, misalnya di daerah biasanya Puskesmas, Samsat hingga sekolah seperti SMK," ujarnya. (*/wij)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar