Legislator: Kota Solok Butuh Investor Pariwisata

id Legislator: Kota Solok Butuh Investor Pariwisata

Legislator: Kota Solok Butuh Investor Pariwisata

Wakil Ketua DPRD Kota Solok, Martin Jofari. (Antara)

Solok, (Antara) - Wakil Ketua DPRD Kota Solok, Martin Jofari, mengatakan daerah itu membutuhkan investor untuk mengembangkan ikon pariwisata di daerah ini.

"Seharusnya, Pemerintah Kota Solok terus berupaya mengembangkan tempat pariwisata di daerah itu, karena banyak kita lihat tempat pariwisata tidak tergarap dengan maksimal," katanya di Solok, Rabu.

Ia meminta Pemkot Solok dapat menampilkan ciri khas daerah itu di objek wisata tersebut, atau juga memberikan sebuah daya guna menarik minat para wisatawan dan masyarakat setempat untuk datang menikmati keasrian ikon wisata yang telah ada.

Pariwisata di Kota Solok, sebutnya, sangat membutuhkan inovasi dari kalangan pemikir dan perubahan dari tangan tangan terampil, sehingga kegamangan para investor berubah menjadi keyakinan untuk menananmkan modalnya di daerah itu.

"Seperti halnya taman wisata Pulau Belibis yang sejak dulu namanya telah terkenal baik dalam dan luar daerah namun sampai sekarang ikon wisata tersebut belum bisa untuk menambah PAD kota tersebut, sementara itu setiap periodenya taman Pulau belibis selalu menyerap anggaran dari APBD daerah setempat," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk tahun 2014 ini pemerintah daerah bersama DPRD menambah anggaran untuk Dinas Pariwisata sebesar Rp60 juta. Yang nantinya akan dipergunakan untuk pembenahan bagi objek wisata Pulau Belibis, sehingga ikon wisata tersebut memiliki daya tarit tersendiri bagi wisatawan yang ada.

"Kalau kita lihat keberadaan Pulau Belibis di Kota Solok sangat memprihatinkan tidak terawat secara maksimal, sementara itu dalam APBD untuk perawatan pulau belibis selalu dianggarkan," katanya.

Selain itu, imbuhnya, dirinya juga meminta kepada uda dan uni Kota Solok yang merupakan Duta Pariwisata bisa memperkenalkan tempat-tempat wisata yang ada di kota ini ke daerah lain. "Selama ini kalau kita lihat Uda dan Uni Kota Solok ini hanya tampil ketika ada event-event tertentu saja," katanya.

Ia mengharapkan Dinas Pariwisata agar dapat bekerja sebaik-baiknya, tidak hanya menunggu saja. Dan melihat di daerah lain seperti di Sawahlunto yang bisa mengembangkan tempat wisata mereka dengan cepat. "Tapi kenapa kita tidak bisa, sementara daerah kita letaknya sangat strategis untuk dikembangkan," katanya. (cpw)
Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2021