Kepala LIPI Baru Diminta Ciptakan "Great Science"

id Kepala LIPI Baru Diminta Ciptakan "Great Science"

Jakarta, (Antara) - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta meminta Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Dr Iskandar Zulkarnain yang baru dilantik Jumar malam (17/10) untuk menciptakan "great science".

Dalam sambutan tertulis pelantikan Kepala LIPI yang diterima di Jakarta, Sabtu, Menristek mengharapkan Kepala LIPI yang baru dapat mewujudkan ide dan karya terbaiknya, memimpin LIPI dengan bijaksana serta mampu berperan secara nyata dalam menciptakan "great science", sesuai visi LIPI sebagai salah satu lembaga penelitian kelompok terbaik dunia.

"Saya yakin dengan kemampuan, kapasitas dan keahlian yang saudara miliki, saudara dapat mewujudkan harapan tersebut," ujar dia.

Dalam masa-masa akhir masa jabatannya sebagai Menristek, beberapa pesan yang disampaikan yang perlu menjadi perhatian Kepala LIPI yang baru yakni pertama, di bawah pemerintahan yang baru ia berharap LIPI lebih berperan nyata dalam menghasilkan riset yang mampu mengatasi permasalahan bangsa, antara lain masalah pangan atau pertanian, kelautan, energi dan air.

"Di sini pentingnya diseminasi hasil iptek secara masif dan sistematis harus ditingkatkan. Disamping itu bagaimana hasil riset dan teknologi LIPI mampu menjawab tantangan bangsa, sehingga kebijakan pemerintahan yang baru bisa berlandaskan iptek," ujar Gusti.

Pesan kedua yang ia sampaikan terkait Sumber Daya Manusia (SDM) peneliti, tidak hanya pada peningkatan jumlah peneliti namun juga kualitas peneliti sendiri. Untuk itu, diperlukan strategi agar ratio perbandingan dapat dipenuhi guna mendukung daya saing bangsa.

Iskandar Zulkarnain sebelumnya menjabat sebagai Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian dan telah resmi menggantikan Prof Dr Lukman Hakim yang menjabat sebagai Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Ia dikukuhkan sebagai profesor riset bidang geologi dan geofisika pada Agustus 2013.

Ia melakukan penelitian panjang pada batuan-batuan vulkanik di Pulau Sumatra, hasilnya diketahui melalui penelitian dengan pendekatan geokimia batuan, Pulau Sumatra bukanlah sebuah segmen homogen kerak benua seperti yang diyakini selama ini. (*/sun)
Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2021