
Kapal Cepat Palembang-Bangka Tidak Beroperasi karena Asap

Palembang, (Antara) - Kapal cepat tujuan Palembang-Bangka tidak beroperasi secara normal karena asap kebakaran hutan dan lahan dari sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Selatan. Dari pantauan Antara, pada Oktober ini asapnya semakin pekat menyelimuti jalur pelayaran di Sungai Musi. Seperti di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Kamis pagi, puluhan masyarakat yang akan menggunakan jasa angkutan kapal cepat Express Bahari dan Sumber Bangka tampak kecewa karena tidak ada satupun kapal yang berangkat. Salah seorang warga Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sanwani mengatakan, dia sangat kecewa melihat kondisi di Pelabuhan Boom Baru Palembang tidak ada kapal cepat yang berangkat pada hari ini sebagaimana biasanya dalam kondisi normal. "Saya tidak mengetahui ada pengaturan penjadwalan keberangkatan dan kedatangan kapal cepat rute Palembang-Bangka berdasarkan tanggal genap dan ganjir sejak 10 hari terakhir dengan alasan kabut asap sangat pekat menghalangi jarak pandang nahkoda kapal di jalur pelayaran terutama di Sungai Musi," ujarnya. Melihat kondisi kabut asap yang sangat pekat dan penjelasan dari petugas pelabuhan, dia bersama sejumlah temannya yang akan melakukan perjalanan wisata ke Pulau Bangka menunda keberangkan untuk keesokan hari pada Jumat (17/10) tanggal ganjil sesuai jadwal keberangkatan yang berlaku sementara dalam kondisi cuaca kurang baik ini. Berdasarkan informasi dari petugas pelabuhan, jadwal keberangkatan kapal cepat dari Palembang ke Bangka diatur sementara waktu pada tanggal ganjil pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, sedangkan untuk kedatangan dari Pelabuhan Muntok Bangka ke Pelabuhan Boom Baru Palembang pada tanggal genap seperti Kamis ini (16/10) pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelumnya petugas penjualan tiket kapal cepat Express Bahari, Robin, di Terminal Penumpang Pelabuhan Boom Baru Palembang menjelaskan, sesuai ketentuan dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan setempat dalam kondisi jalur pelayaran diselimuti kabut asap pergerakan kapal dilakukan pengaturan berdasarkan jadwal keberangkatan pada tanggal ganjil dan kedatangan pada tanggal genap. "Akibat kabut asap sangat pekat, operasional kapal cepat rute Palembang-Bangka hampir dua pekan ini mengalami gangguan atau tidak bisa melayani masyarakat secara rutin setiap hari sesuai jadwal yang ditentukan selama ini," ujarnya. Dalam kondisi cuaca yang kurang mendukung sekarang ini, pengguna jasa angkutan kapal cepat diimbau untuk memperhatikan jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal yang melayani rute pelayaran Palembang-Bangka sehingga tidak kecewa datang ke pelabuhan karena tidak bisa dilayani keberangkatannya. Untuk menghindari rasa kecewa dan memastikan jadwal keberangkatan, pelanggan kapal cepat Express Bahari dapat menghubungi agen penjualan tiket terdekat mendapatkan informasi yang tepat dalam kondisi yang tidak normal sekarang ini. Sementara mengenai tarif tiket, menurut dia, terhitung per Agustus 2014 sedikit terjadi perubahan yakni untuk kelas VIP dewasa Rp285.000 dan anak-anak Rp245.000, kelas eksekutif dewasa Rp240.000 dan anak-anak Rp200.000, serta kelas bisnis/ekonomi dewasa dikenakan tarif tiket untuk satu kali perjalanan Rp205.000 dan anak-anak Rp165.000 per orang. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
