Logo Header Antaranews Sumbar

Presiden Desak Masyarakat Global Bersatu Hentikan Tragedi Gaza

Senin, 4 Agustus 2014 15:01 WIB
Image Print
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendesak masyarakat global dapat bersatu untuk menghentikan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza, Palestina, yang saat ini sedang dibombardir oleh tentara Israel. "Saatnya telah tiba untuk masyarakat global bersatu mendorong dilakukannya gencatan senjata. Hanya dengan cara itu tragedi kemanusiaan bisa diakhiri," kata Presiden ketika membuka rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin. Menurut Presiden Yudhoyono, masyarakat dunia memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk mengakhiri kekerasan yang terjadi terkait dengan serangan Israel ke Gaza. SBY juga telah menyatakan, pemerintah RI telah memperjuangkan gencatan senjata melalui jalur diplomatik dan juga dirinya telah menulis surat terbuka yang dicetak di media The Straits Times. Sebagaimana diberitakan, militer Israel menegaskan bahwa pihaknya menembak satu target dekat sekolah Perserikatan Bangsa Bangsa di Kota Gaza selatan, Rafah, Minggu (3/8), yang merupakan serangan yang menewaskan 10 warga Palestina dan memicu kemarahan internasional. "IDF (tentara Israel) menargetkan tiga teroris PIJ (Jihad Islam) di satu sepeda motor di sekitar sekolah UNRWA di Rafah," kata pernyataan militer Israel sebagaimana dikutip kantor berita AFP. PBB menyatakan "kemarahan" setelah serangan semacam ketiga terhadap salah satu dari sekolah-sekolah di Gaza dalam 10 hari, setelah 30 warga Palestina tewas dalam serangan sebelumnya. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyebutnya "kemarahan moral dan satu tindak kejahatan." Sementara Amerika Serikat mengatakan pihaknya "terkejut" oleh penembakan lain sekolah Perserikatan Bangsa Bangsa, Ahad di Gaza dan menyerukan penyelidikan "selengkapnya dan cepat." Sedangkan Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan, pemboman sekolah Perserikatan Bangsa Bangsa di Gaza "tidak bisa diterima" dan menyerukan mereka yang bertanggung jawab untuk "menjawab tindakan-tindakan mereka sendiri". Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan aksi serangan militer Israel yang telah menewaskan warga sipil yang tidak berdosa di Jalur Gaza, Palestina, harus segera dihentikan. "Indonesia menggarisbawahi empat hal menuju perdamaian dan keamanan di Jalur Gaza. Pertama, aksi militer Israel harus segera dihentikan," kata Presiden dalam acara peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/7). Presiden menegaskan, dukungan Indonesia terhadap Palestina telah lama disuarakan termasuk mendukung penuh kemerdekaan Palestina. Selain itu, Indonesia juga dalam posisi mengecam keras aksi militer Israel yang tidak proporsional itu. "Aksi militer yang tidak hanya melanggar Hak Asasi Manusia, tetapi juga bertentangan dengan hukum internasional," katanya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026