Pemkot Padang Panjang Tidak Menggelar Bazar Murah

id Pemkot Padang Panjang Tidak Menggelar Bazar Murah

Padang Panjang, (Antara) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) tidak melaksanakan kegiatan pasar rakyat dan bazar murah tahun 2014 ini.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Padang Panjang Reflis, Selasa menyebutkan, ditiadakannya kedua kegiatan tersebut dengan berbagai pertimbangan dan alasan, termasuk kesediaan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kalau Pasar Rakyat, pada tahun ini kita memang tidak dapat lagi, karena pada tahun-tahun sebelumnya kita mendapatkan anggarannya dari pusat berturut-turut. Sementara, dalam aturannya tidak diperbolehkan menerima bantuan tersebut secara berturut-turut, sebut Reflis.

Mengenai Bazar, lanjut Reflis, untuk tahun anggaran 2014 ini tidak dianggarkan lagi. Karena, dalam pembahasan anggaran antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan DPRD, pelaksanaan Bazar tersebut dinilai tidak tepat sasaran dan lebih dominan dinikmati oleh kalangan pedagang.

Dari pandangan Tim Anggaran dan DPRD, setiap kali pelaksanaan Bazar yang diperuntukan bagi masyarakat kalangan ekonomi menengah kebawah, tetapi dalam pelaksanaannya lebih banyak dinikmati oleh kalangan PNS dan pedagang," katanya.

Malahan tambah dia, dalam temuan ada pedagang yang membeli barang di bazar bazar tersebut dan kembali menjual dengan harga yang lebih tinggi di pasaran.

Atas permintaan Pemkot dan DPRD tersebut, maka pihaknya menyepakati untuk meniadakan kegiatan yang rutin dilaksanakan satu minggu menjelang Lebaran tersebut.

"Tetapi, untuk Pasar Rakyat kita akan mengusahakan dana tersebut akan kembali diraih dari pusat pada tahun 2015," katanya.

Dia berharap dengan alokasi dana yang berasal dari pusat tersebut bisa dipergunakan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu di Padang Panjang, dimana pada tahun 2013 lalu, alokasi paketnya mencapai 1.600 paket.

Salah seorang warga Kota Padang Panjang Kenedy memaklumi kondisi yang dialami Pemkot Padang Panjang melalui Diskoperindag yang tidak menggelar bazar dan pasar rakyat tersebut.

"kalau memang demikian kondisinya kita memaklumi, namun kita juga berharap untuk kedepannya kegiatan yang sama bisa dilaksanakan kembali," harapannya. (**/ben)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar