Korban Penganiayaan Penagih Utang Somasi Kedua BNI

id Korban Penganiayaan Penagih Utang Somasi Kedua BNI

Jakarta, (Antara) - Korban penganiayaan penagih utang Agustinus Reinhard melayangkan surat somasi kedua kepada Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Jakarta Kota terkait gugatan perbuatan melawan hukum.

"Kita akan layangkan somasi kedua secepatnya setelah somasi pertama tidak ditanggapi pihak BNI," kata pengacara Agustinus, Hizben Adnan di Jakarta Kamis.

Hizben mengatakan pihaknya telah melayangkan somasi pertama pada 19 Juni 2014 dengan mengajukan tuntutan ganti rugi material Rp1,2 miliar dan immaterial Rp6 miliar.

Hizben menyebutkan surat somasi pertama meminta BNI 46 menyampaikan tanggapan dan pertanggungjawaban terhadap peristiwa penganiayaan dilakukan jasa penagih utang yang digunakan pihak bank tersebut.

Hizben mengungkapkan pihaknya melaporkan juga penyedia penagih utang bernama Phonce Kalibonsi alias Phonce yang menganiaya Agustinus ke Polres Metro Jakarta Barat.

Bahkan, penyidik Polres Metro Jakarta Barat telah menetapkan tersangka dan menahan Phonce yang dijerat Pasal 351 KUHP tentang tindak penganiayaan.

Sementara itu, pengacara Agustinus yang lain Ricka Kartika Barus menuturkan jika somasi kedua tidak ditanggapi BNI maka pihaknya akan tetap menempuh jalur mediasi melalui Bank Indonesia.

"Kita tetap akan menempuh mediasi sesuai aturan Bank Indonesia," ujar Ricka.

Ricka menjelaskan somasi kedua berisi kronologis kejadian termasuk dugaan pegawai BNI bernama Richie Tama yang diduga mengetahui aksi penganiayaan yang dilakukan Ponche terhadap Agustinus.

Ricka meminta kejadian penganiayaan yang dilakukan Ponche terhadap Agustinus menjadi pembelajaran bagi pihak bank yang menggunakan jasa penagih utang (debt collector).

"Aksi premanisme debt collector harus dihentikan," ujar Ricka.

Lebih lanjut, Ricka menambahkan tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melaporkan pegawai BNI Richie karena membiarkan tindakan penganiayaan yang dilakukan Ponche.

Sebelumnya, Agustinus melaporkan debt collector yang diduga digunakan BNI berdasarkan Laporan Polisi Nomor: TBL/458/IV/2014/PMJ/Res.Jakbar tertanggal 5 April 2014.

Kasus penganiayaan terjadi saat korban datang untuk mengklarifikasi tagihan ke kantor BNI Cabang Jakarta Kota Jakarta Barat, sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis (3/4). (*/sun)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar