Pelestarian Mangrove Jadi Muatan Lokal SMP

id Pelestarian Mangrove Jadi Muatan Lokal SMP

Indramayu (ANTARA) - Upaya pelestarian mangrove dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya disusun sebagai kurikulum muatan lokal di beberapa Sekolah Menengah Pertama di Indramayu Provinsi Jawa Barat.

"Kami mulai menyusun kurikulum mengenai pelestarian lingkungan sebagai muatan lokal di beberapa SMP di Indramayu," kata pegiat lingkungan, Madri di Indramayu, Minggu.

Pelestarian mangrove menjadi sesuatu yang penting untuk masyarakat di pesisir Indramayu karena kehidupan mereka sangat tergantung dengan sumberdaya laut.

Abrasi dan pencemaran laut menjadi ancaman bagi keberlangsungan mangrove dan ekosistem yang ada di sekitarnya yang menjadi salah satu tumpuan perekonomian masyarakat.

"Kami berpikir sosialisasi pelestarian mangrove lewat pendidikan lebih efektif," tambah Madri.

Madri yang menjabat Direktur Eksekutif LSM Siklus, bekerja sama dengan Yayasan Kehati menyusun muatan lokal lewat pendidikan untuk tingkat SMP mengenai pelestarian mangrove.

"Kami juga mulai dengan anak-anak TK mereka kita ajak tanam mangrove, dan mengenalkan fungsi-fungsinya sehingga diharapkan lebih mengena," kata Madri.

Program Officer Kehati untuk Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Basuki Rahmad mengatakan, secara keseluruhan mangrove sangat terdegradasi.

Sejak tahun 1980-an adanya program pemerintah untuk budidaya tambak, mulai dari Aceh sampai daerah lain di Pulau Jawa telah merusak ekosistem mangrove.

"Dampaknya sangat buruk terutama bagi nelayan pesisir, karena peralatan sederhana mereka sangat mengandalkan perairan pesisir. Ketika mangrove rusak maka keanekaragaman hayati yang ada di sekitarnya juga hilang," kata Basuki.

Maka Kehati mulai menfokuskan program pelestarian mangrove di wilayah Pantai Utara Jawa karena dilihat kondisinya sudah sangat kritis.

Kehati menggandeng warga setempat dan LSM lokal mulai mensosialisasikan pelestarian mangrove salah satunya menggandeng generasi muda agar mereka lebih sadar terhadap manfaat mangrove. (*/wij)
Pewarta :
Editor: Hadi Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar