Eksekutor Sempat Ucapkan Selamat kepada Tahanan Cebongan

id Eksekutor Sempat Ucapkan Selamat kepada Tahanan Cebongan

Lima dari 12 anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Kartasura, terdakwa dalam kasus penyerangan tahanan Lapas 2B Cebongan menjalani sidang militer lanjutan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, Yogyakarta. (Antara)

Yogyakarta, (Antara) - Setelah menembak mati empat tahanan titipan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, sang eksekutor sempat mengucapkan selamat kepada para tahanan lain, dan meminta untuk bertepuk tangan.

"Setelah menembak empat tahanan, pelaku sempat berkata kepada tahanan, 'kalian semua aman, selamat melanjutkan hidup. Sekarang tepuk tangan'," kata saksi tahanan Setiawan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Kamis.

Pernyataan disampaikan Setiawan dalam sidang lanjutan berkas satu dengan terdakwa Serda Ucok Tigor Simbolon, Serda Sugeng Sumaryanto, dan Koptu Kodik.

Menurut dia, kejadian penembakan terhadap tahanan Deki Cs bermula ketika Jumat, 22 Maret 2013 siang datang 11 tahanan baru titipan Polda DIY yang ditempatkan di Sel A-5.

Pukul 16.00 WIB seluruh tahanan yang berjumlah 35 orang masuk ke sel, dan sel dikunci petugas Lapas Cebongan.

"Sekitar pukul 22.00 WIB saya mengantuk dan tertidur di dekat jendela. Kira-kira pukul 00.15 WIB, Sabtu 23 Maret dini hari, saya terbangun karena ada suara gaduh dari luar sel," katanya.

Ia mengatakan, dari balik jeruji jendela ruang tahanan dirinya mendengar ada orang bertanya mana Deki, mana Deki dengan nada berteriak.

"Orang tersebut menggunakan sebo, dan menenteng senjata laras panjang. Setelah berteriak mana Deki, orang yang menggunakan sebo tersebut meminta semua tahanan untuk berkumpul menjadi satu," katanya.

Setiawan mengatakan semua tahanan yang ada di sel berkumpul di sisi timur dalam kondisi duduk, kecuali Deki, Deddy, dan Juan yang memilih bersembunyi di sel sisi barat dekat kamar mandi.

Sedangkan Adi (salah satu rombongan Deki) bergabung dengan tahanan lain.

"Saat sebelum berkumpul itu, saya sempat bilang ke Deki, anda dicari," katanya.

Sesaat kemudian, salah satu petugas lapas membuka pintu Sel A-5, kemudian masuk satu orang yang memakai sebo, dan langsung menembak Deki serta dua temannya.

"Setelah menembak Deki dan dua temannya, pelaku keluar sel. Namun, sesaat kemudian pelaku masuk kembali menanyakan mana satunya lagi, yang dari Ambon. Saat itu, Adi duduk di barisan paling belakang dekat kamar mandi, dan pelaku langsung menambak Adi," katanya.

Setelah menembak, datang satu orang yang mengenakan sebo, menepuk pundak pelaku, dan menarik ke luar sel tahanan.

Setiawan dalam kesaksiannya juga mengatakan empat korban yang tewas ditembak lebih dari satu kali, bahkan ada yang tiga kali tembakan.

"Deki, Deddy, dan Juan ditembak di bagian dada, serta perutnya. Sedangkan Adi di bagian perut. Semuanya lebih dari satu kali tembakan," katanya.

Sedangkan saksi tahanan lain, Suratno mengatakan pelaku sebelum menembak Adi sempat mengganti magasine.

"Pelaku sempat mengganti magasine sebelum menembak Adi. Pelaku juga membawa HT," katanya.

Ia mengatakan, setelah para pelaku pergi, petugas lapas mengumpulkan 31 penghuni Sel A-5 ke aula lapas, dan memindahkan tahanan ke beberapa sel lainnya.

Pada sidang yang dipimpin majelis hakim dengan Ketua Letkol Chk Joko Sasmito, dan Oditur Militer Letkol Sus Budiharto ini, terdakwa satu Serda Ucok Tigor Simbolon menyangkal beberapa keterangan saksi.

Salah satu yang disangkal adalah dirinya tidak mengucapkan kata, "kalian semua aman, selamat melanjutkan hidup", dan meminta bertepuk tangan.

"Saya juga tidak pernah mengatakan 'mana Juan', tetapi mana Deki," kata Ucok. (*/jno)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar