Jalur Tol Duku-Sicincin akan Dialihkan

Pewarta : id Jalan Tol

Jalan tol. (ANTARA FOTO)

Parit Malintang, (Antara Sumbar) - Bupati Padangpariaman, Sumbar, Ali Mukhni mengatakan pembangunan jalur tol Duku-Sicincin di kabupaten itu terancam dialihkan karena Kementerian Agraria dan Tata Ruang RI tidak menyetujui lokasi sekarang.

"Hal tersebut disampaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum provinsi sejak beberapa hari yang lalu kepada saya padahal telah banyak kementerian menyetujuinya," katanya di Parit Malintang, Selasa (14/11).

Menurut informasi dialihkannya pembangunan tersebut karena pengalihan hak tanah dan ganti rugi di Padangpariaman banyak terjadi di Indonesia bagian Timur namun menghambat pembangunan karena adanya tuntutan dari masyarakat.

Namun, budaya antara masyarakat Indonesia bagian Timur dengan di Padang Pariaman berbeda.

Ia memastikan warga di daerah itu tidak akan menuntut selama pemerintah pusat memenuhi hak pemilik tanah dengan mengganti rugi lahan dan hal lainnya.

"Dan warga pun telah bersedia menyerahkan lahannya. Bahkan jika persyaratan surat menyurat dan ganti rugi selesai yang tentunya disaksikan notaris maka semuanya akan beres," ujarnya.

Dengan adanya pengalihan tersebut maka jalur yang digunakan sebelumnya yaitu Duku-Sicincin tidak digunakan sehingga pengerjaannya telah terhenti tiga hari yang lalu.

Padahal, dana yang digunakan untuk membuka jalan tersebut telah mencapai ratusan juta sedangkan untuk pembangunan jembatan saja lebih dari Rp85 miliar.

"Saat ini saya menunggu gubernur untuk menggelar rapat terkait hal tersebut," kata dia.

Dirinya bersedia menggelar rapat dengan kementerian dan pihak terkait untuk memastikan bisa digunakannya jalur Duku-Sicincin sebagai jalur tol Padang-Pekanbaru.

Apabila tidak dipastikan maka untuk pencarian lahan pengganti akan lebih sulit dan pembangunannya pun harus dimulai dari awal.

Sedangkan apabila jalur sekarang tidak dihentikan beberapa hari lalu maka beberapa hari lagi sudah bisa dilewati kendaraan, ujarnya. (*)
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar