Eka Ingin ke Suriah

Pewarta : id Polres Dharmasraya

Kondisi Polres Dharmasraya pascadibakar orang tak dikenal Minggu dini hari (12/11). (ANTARA SUMBAR/Ilka Jensen)

Jakarta, (Antara Sumbar) - Pelaku pembakaran Mapolres Dharmasraya, Sumatera Barat, Eka Fitra Akbar (24 tahun) pernah mengatakan kepada ibunya bahwa dirinya ingin berjihad ke Suriah.

"Yang bersangkutan pernah bercerita kepada orang tua perempuannya bahwa dirinya ingin berjihad ke Suriah," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto dalam pesan singkat, Selasa (14/11).

Eka diketahui merupakan anak seorang polisi yang menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Pelepat, Muaro Bungo, Jambi.

Menurut orang tuanya, Eka tidak serumah dengan orang tuanya, melainkan tinggal di rumah kontrakan bersama istri, EH (30 tahun) dan anak mereka, AA (8 bulan).

Rumah kontrakan milik Samsul Bahri, di Jalan Damar Lrg. Bulian Nomor 14 RT/RW 08/03 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo itu telah ditinggali Eka selama delapan bulan terakhir.

Kesehariannya Eka berjualan sebagai pedagang es tebu.

"Sehari-harinya berjualan es tebu," kata Rikwanto.

Eka diketahui meninggalkan rumah kontrakannya pada Sabtu (11/11) petang. Ia tidak meninggalkan pesan apapun, baik kepada istri maupun orang tuanya.

Sebelumnya peristiwa kebakaran di Polres Dharmasraya terjadi pada Minggu (12/11) dini hari yang mengakibatkan seluruh bangunan utama polres hangus terbakar.

Petugas pemadam kebakaran melihat dua orang mencurigakan saat upaya pemadaman dilakukan.

Polisi pun langsung mengepung keduanya. Namun dua pelaku tersebut melawan polisi dengan melepaskan beberapa anak panah ke arah polisi.

Polisi pun akhirnya menembak keduanya hingga tewas.

Belakangan, baru diketahui bahwa dua pelaku pembakaran Polres Dharmasraya tersebut adalah Eka Fitra Akbar (24) dan rekannya, Enggria Sudarmadi (25).
"Keduanya berasal dari Provinsi Jambi," kata Rikwanto.

Dari hasil penyelidikan sementara diketahui Eka dan Enggria merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi kepada organisasi teroris ISIS. (*)
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar