Dua Jenazah Pelaku Pembakaran Polres Dharmasraya Diambil Pihak Keluarga

Pewarta : id Polres Dharmasraya

Kondisi Mapolres Dharmasraya, Sumatera Barat, pascadibakar orang tak dikenal Minggu dini hari (12/11) (ANTARA SUMBAR/Ilka Jensen)

Padang, (Antara Sumbar) - Dua jenazah pelaku pembakaran Mapolres Dharmasraya pada Minggu (12/11) dinihari dibawa pihak keluarga ke kampung halaman mereka untuk dimakamkan.

"Kedua jenazah dijemput langsung oleh orang tua mereka dan dibawa sekitar pukul 16.30 WIB," kata Kepala Bidang Dokter dan Kesehatan (Kabiddokes) Polda Sumbar Kombes Pol Danang Pamudji di Padang, Selasa (14/11).

Menurutnya pemulangan ini telah melalui prosedur yng ada di Disaster Victims Identivication (DVI) Polda Sumbar seperti pencocokan DNA kedua pelaku dengan orang tua mereka.

"Ketika orang tua mereka datang kami langsung mengambil sampel DNA mereka dan dicocokkan dengan pelaku hasilnya cocok," ujarnya.

Selain itu pemulangan jenazah pelaku pembakaran ini telah melalui persetujuan Detasemen 88 yang tengah melengkapi bahan untuk mengungkap persoalan ini.

"Mereka telah selesai mengumpulkan keterangan yang diperlukan dan semua berjalan lancar," ujar dia.

Menurut Danang untuk jumlah luka dan luka tembak yang ada di kedua tubuh pelaku serta penyebab kematiannya telah tercatat dengan baik.

"Semua telah diserahkan kepada Densus 88 untuk pengungkapan kasus ini, kami tidak dapat membukanya di sini," sebutnya.

Pihak RS Bhayangkara memfasilitasi dua unit ambulans untuk membawa kedua jenazah ke kampung halaman masing-masing.

Untuk jenazah pelaku Enggri Sudarmadi (25) yang tercatat sebagai mahasiswa dibawa ke Merangin Provinsi Jambi.

Sedangkan jenazah Eka Satria (24) yang sebelumnya berdagang es tebu dibawa ke Kota Muaro Bungo Provinsi Jambi.

"Kedua jenazah telah dimandikan dan dikafani oleh orang tua mereka, kemudian baru dibawa ke kampung halaman mereka," ujarnya.

Sebelumnya dua jenazah yang diduga pelaku pembakaran Mapolres Dharmasrya telah sampai di Rumah Sakit Bhayangkara sekitar pukul 17.25 WIB untuk diautopsi.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Kompol dr Tasrif mengatakan pihaknya tengah melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian kedua jenazah ini.

Menurut dia ketika sampai di lokasi pihak Disaster Victim Identification (DVI) beserta Tim Inafis langsung bekerja mengumpulkan barang bukti yang ada di tempat kejadian. (*)
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar