Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Spekulasi Reformasi Pajak

Pewarta : id Wall Street

Wall Street. (Reuters)

New York, (Antara Sumbar) - Bursa saham Wall Street berakhir lebih tinggi pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), di tengah spekulasi pasar mengenai waktu pelaksanaan reformasi pajak oleh pemerintahan Trump.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 17,49 poin atau 0,07 persen menjadi ditutup di 23.439,70 poin. Indeks S&P 500 bertambah 2,54 poin atau 0,10 persen menjadi ditutup di 2.584,84 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir naik 6,66 poin atau 0,10 persen menjadi 6.757,60 poin.

Pasar saham AS telah reli ke rekor tertinggi di tengah harapan baru bahwa Kongres AS, bersama dengan pemerintah Trump, akan dapat bergerak maju dengan reformasi pajak pada 2017.

Namun, muncul peningkatan kekhawatiran setelah Senat Republik pada Kamis (9/11) meluncurkan sebuah rencana untuk merombak kode pajak AS yang mengandung perbedaan penting dari rencana pajak Partai Republik di DPR.

RUU Senat akan menunda pemotongan tarif pajak perusahaan dari 35 persen menjadi 20 persen sampai 2019, memperlemah harapan para investor untuk rencana pajak baru sebelum akhir tahun ini.

Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat AS awal bulan ini mengumumkan RUU yang telah lama dinanti untuk merombak kode pajak AS dalam beberapa dasawarsa, dengan mengurangi secara signifikan pajak penghasilan individual dan perusahaan.

Mereka akan mengurangi jumlah bracket pajak pendapatan pribadi dari tujuh menjadi empat, sekaligus mempertahankan tingkat pajak penghasilan individual tertinggi sebesar 39,6 persen. Partai Republik di DPR juga akan memotong tarif pajak penghasilan badan menjadi 20 persen dari 35 persen.

Dalam berita perusahaan, perusahaan e-commerce China JD.com melaporkan pendapatan kuartalan sebesar 12,58 miliar dolar AS, lebih tinggi dari pada konsensus pasar dan naik 39 persen dari tahun lalu.

Peritel daring tersebut juga melaporkan labadisesuaikan 23 sen, mengalahkan ekspektasi pasar. Saham JD melonjak 3,45 persen. (*)
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar