Legislator : Usaha Daring Pengaruhi Jumlah Penganggur

id dalam jaringan

Ilustrasi - Daring (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Anggota DPRD Sumatera Barat Mockhlasin menilai maraknya usaha dalam jaringan (daring) yang terjadi akhir-akhir ini mempengaruhi jumlah penganggur daerah itu karena berkurangnya omset perusahaan ritel.

"Perusahaan ritel menyerap tenaga kerja cukup banyak, apabila bisnis mereka turun tentu akan berdampak langsung terhadap jumlah penganggur," kata dia saat dihubungi dari Padang, Rabu.

Menurutnya saat ini penjualan daring sedang bergairah dan berpengaruh terhadap omset sejumlah perusahaan ritel. Penurunan omset yang didapatkan perusahaan dapat berdampak terhadap meningkatnya angka penganggur.

Solusinya adalah perusahaan ritel harus melakukan inovasi agar terus bertahan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mencari solusi berupa kemudahan terhadap pengembangan ritel di Sumbar.

"Kemudahan tersebut akan menarik investasi dan membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat Sumbar," kata dia.

Sementara Sekretaris Komisi II DPRD Sumbar Nofrizon menyatakan pemerintah belum optimal memberi peluang investasi terutama di bidang industri yang mampu menyerap ribuan ternaga kerja.

Selain itu pemda sebaiknya melakukan pemetaan dan menghitung potensi serapan tenaga kerja di seluruh kota dan kabupaten di Sumbar sebagai bentuk perencanaan daerah.

"Setiap daerah memiliki potensi yang berbeda dalam hal ini pemerintah harus dapat membaca dan memetakan potensi tersebut dalam penyerapan tenaga kerja," ujar dia.

Menurutnya hal tersebut harus menjadi prioritas daerah jika memang ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat.

"Pemerintah harus terlibat aktif dalam membuka investasi di Sumbar, berikan kemudahan yang sesuai dengan aturan yang ada kepada para investor untuk mendirikan usaha mereka di daerah ini," kata dia. (*)
Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar