Ribuan Rokok, Obat Ilegal dan Narkoba Dimusnahkan di Bukittinggi

id PEMUSNAHAN OBAT

Kejaksaan Negeri Bukittinggi memusnahkan ribuan rokok, obat dan obat tradisional tanpa izin edar, serta narkoba. (ANTARA SUMBAR/Ira Febrianti)

Bukittinggi, (Antara Sumbar) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, memusnahkan ribuan rokok tanpa pita cukai, obat dan obat tradisional tanpa izin edar, narkoba jenis ganja dan sabu di halaman kantor kejari setempat, Selasa.

Kepala Kejari Bukittinggi, Zulhadi Savitri Noor di Bukittinggi, Selasa (7/11), mengatakan barang yang dimusnahkan tersebut adalah hasil penyelesaian 23 perkara selama Juli sampai Oktober 2017.

Ganja dan sabu berasal dari 21 terpidana, obat dan obat tradisional tanpa izin edar dari dua terpidana dan rokok tanpa pita cukai dari satu terpidana.

Barang yang dimusnahkan yaitu 2.401 slop rokok berbagai merk dan jenis tanpa pita cukai, 144 jenis obat dan obat tradisional tanpa izin edar dalam berbagai jenis kemasan, 23.963 gram ganja dan 13,3 gram sabu.

"Semua barang tersebut sudah inkrah di pengadilan negeri setempat sehingga sesuai ketentuan barang tersebut harus dimusnahkan," tambahnya.

Menurutnya pemusnahan tersebut sekaligus sebagai pengingat agar pihak berwenang bersama masyarakat harus bekerjasama memutus peredaran barang-barang yang dilarang beredar itu.

Wakil Wali Kota setempat, Irwandi menilai daerah itu yang berposisi sebagai wilayah perlintasan sudah menjadi risiko dari beredarnya berbagai barang terlarang terutama narkoba.

"Saat pemberian remisi tahanan lapas Bukittinggi pada Agustus 2017 lalu, diketahui bahwa lebih dari setengah penghuninya tersangkut kasus penyalahgunaan narkoba," lanjutnya.

Melalui Badan Narkotika Kota (BNK), antisipasi sudah dilakukan di antaranya melalui sosialisasi bagi siswa ke sekolah-sekolah dan melakukan tes urine ke instansi pemerintahan yang ada.

Lewat peran media, ia mengharapkan sosialisasi yang lebih luas untuk membantu pemahaman masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan bahaya memakai produk-produk yang tidak memiliki izin edar.

"Masalah peredaran barang tidak dapat hanya ditangani oleh pemerintah dan pihak keamanan saja, masyarakat juga harus paham mana yang boleh dan tidak boleh beredar. Di sini kami juga harapkan peran media dalam sosialisasi pada masyarakat," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar