Inilah Film Karya Tiga Pelajar Sumbar

Pewarta : id film tiga pelajar

Logo AFE. (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Tiga buah film karya pelajar dari beberapa sekolah di Sumatera Barat (Sumbar) lulus seleksi dalam rangkaian acara Andalas Film Exibithion (AFE) yang melibatkan peserta dari seluruh wilayah di Indonesia.

Kurator film, Bobby Zulkarnain di Padang, Minggu, mengatakan sebelumnya terdapat 11 film yang diseleksi dan tiga diantara film tersebut lolos untuk selanjutnya ditanyangkan pada 20-22 November mendatang.

"Penyeleksian berlangsung ketat, kami tidak hanya memperhatikan kuantitas, tapi kualitas film jauh lebih penting," katanya.

Ia menyebutkan secara keseluruhan seluruh film yang diseleksi memiliki kekuatan tersendiri dengan menampilkan beragam gagasan dan ide menarik sehingga layak untuk ditonton.

Kurator lainnya, Pungkas Yoga Mukti mengatakan film lulus seleksi tersebut diantaranya adalah Senandung Alam karya Dhika Rizki Sandi dari SMAN 3 Painan.

Menurut dia, karya tersebut menyiratkan upaya sutradara untuk mengkritisi generasi muda yang terlanjur terkungkung dalam kategorisasi ‘anak kota’ dan ‘anak desa’.

Film kedua berjudul Dunia Terbalik karya Rizki Salman dari SMAN 2 Bukittinggi yang mana pada film tersebut sutradara mencoba mengajak penonton untuk melihat penganiayaan yang sedang tren.

Sementara itu film ketiga adalah Salah Arah karya Aditya Rahman Habibi dari SMAN 5 Bukittinggi yang bercerita tentang seorang perempuan yang pergi merantau lalu pulang dengan membawa ‘aib’.

"Ketiga film ini mampu mengangkat isu yang dekat dengan keseharian sehingga ada kejujuran yang dirasakan saat menonton," ujarnya.

Sementara itu Direktur Festival, Findo Bramata Sandi mengatakan pemutaran akan dilaksanakan pada sore hari di Gedung I Universitas Andalas Padang pada waktu yang telah ditentukan.

Ia menambahkan selama tahap pengumpulan film selama lebih kurang dua bulan, terdapat 117 film yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia.

"Pelaksanaan kegiatan ini merupakan sebuah respon terhadap meningkatnya produksi film di Indonesia," tambahnya. (*)


Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar