Wabup Tinjau Proyek Fisik, Persentasi Pekerjaan ada yang Baru 17 Persen

id PENINJAUAN PEKERJAAN JALAN

Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman (tengah) saat meninjau pekerjaan yang realisasinya sangat rendah. (ANTARA SUMBAR/Erik Ifansya Akbar)

Padang Aro, (Antara Sumbar) - Wakil Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat Abdul Rahman meninjau sejumlah pengerjaan fisik dan menegur rekanan yang dinilai lamban dalam bekerja, Rabu (25/10).

"Kita minta mereka mempercepat pekerjaan dan menambah tenaga kerjanya. Masa' paket miliaran rupiah pekerjanya cuma empat orang," katanya di Padang Aro.

Saat meninjau sejumlah proyek ditenemukan persentase pekerjaan yang masih sangat rendah sedangkan sisa waktu tinggal sedikit.

Peninjauan pertama dilakukan di ruas jalan Wonorejo, Padang Aro-Koto Tinggi dan terminal Padang Aro yang dikerjakan oleh PT Merangin Karya Sejati dengan nilai kontrak Rp4,96 miliar.

Ruas jalan Wonorejo sepanjang 5,5 kilometer merupakan peningkatan dan hotmix satu kilometer.

Akan tetapi pekerja jalan tersebut hanya empat orang dan proses penggalian salurannya juga dilakukan secara manual oleh pekerja.

"Seharusnya penggalian drainase pakai alat berat dan pekerjanya jangan hanya empat orang saja agar cepat selesai," katanya.

Untuk paket pekerjaan Sangir I dengan ruas Wonorejo, Padang Aro-Koto Tinggi dan terminal Padang Aro baru 16 persen sampai September sedangkan uang muka sudah diambil 20 persen oleh rekanan.

Sedangkan kontraknya sudah sejak Juli sampai 17 Desember 2017 sehingga waktunya cukup pendek.

Selanjutnya, Abdul Rahman meninjau pekerjaan Koto Birah-Simancuang, Bukik Bungka-Sentral dan Jalan Lingkar pasar Pakan Selasa dengan nilai kontrak Rp5,6 miliar yang dikerjakan PT Asiva Mandiri Pratama.

Realisasi pekerjaan paket ini hingga September juga masih sangat kecil yaitu 17 persen bahkan untuk ruas Koto Birah-Simancung belum dikerjakan sama sekali.

Sementara itu Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Pertanahan Solok Selatan Adwisd Patris Bimbe mengatakan kedua perusahaan tersebut sudah diberikan surat peringatan pertama.

"Kami sudah berikan SP I kepada kedua rekanan yang lalai ini," katanya.

Ia mengatakan pekerjaan Koto Birah Simancuang belum dikerjakan sama sekali karena rekanan berkilah ada masyarakat yang menghalangi proyek.

"Ketika kami cek kelapangan tidak ada yang menghalangi, kemungkinannya PT Asiva Mandiri Pratama mengejar proyek provinsi pembukaan jalan Bukit Manggiu tetapi malah mengabaikan pekerjaan lainnya," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar