Aplikasi Bermasalah, 1.006 KPM di Agam Belum Terima Bantuan PKH

id Kartu program keluarga harapan

Kartu program keluarga harapan. (cc)

Lubukbasung, (Antara Sumbar) - Sebanyak 1.006 dari 7.351 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat belum menerima bantuan program keluarga harapan (PKH) pada 2017 disebabkan aplikasinya mengalami gangguan.

Sekretaris Dinas Sosial Agam, Asfialdi didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Arfi Yunaldi di Lubukbasung, Jumat, mengatakan ke 1.006 KPM ini berasal dari Kecamatan Lubukbasung.

"Mereka belum menerima satu pun bantuan PKH. Sedangkan 15 kecamatan lainnya sudah cair sampai tahap tiga," katanya.

Dana PKH ini belum cair akibat aplikasi di Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengalami gangguan, sehingga saat kartu diaktifkan saldo tahap satu sampai tahap tiga tidak ada atau nol.

Sewaktu dicek buku tabungan, nama KPM yang tertera berbeda dengan nama di dalam kartu, dan tercetak nama Siti Hawa.

"Seluruh kartu itu dengan nama Siti Hawa," katanya.

Untuk mengatasi gangguan itu, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak BRI Unit Lubukbasung, BRI Cabang Bukittinggi dan BRI Kantor Wilayah Padang.

Namun sampai saat ini belum ada penyelesaian, sehingga belum ada proses penyaluran buku tabungan di Kecamatan Lubukbasung.

"Kita juga telah menyurati Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk menyikapi permasalahan itu, dan berharap dana PKH bisa disalurkan dalam waktu dekat," katanya.

Jumlah warga Agam yang menerima PKH sebanyak 7.351 KPM yang tersebar di 16 kecamatan.

Anggota DPRD Agam, Syafrudin berharap pemerintah pusat dan pihak BRI segera menyikapi ini agar dana tersebut bisa cair secepatnya.

Dana tersebut sangat berguna bagi PKH untuk biaya sekolah anak mereka dan biaya kebutuhan sehari-hari.

"Kita tidak menginginkan masyarakat kecewa akibat tidak mendapatkan bantuan itu," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar