Rp2 Triliun Proyek Kereta Api Sumbar Dialihkan ke LRT Jakarta, Ada Apa?

id kerea api

Kereta api. (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit membenarkan pengalihan anggaran pembangunan kembali jalur kereta api (KA) di provinsi itu sebesar Rp2 triliun untuk proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi.

"Kita sudah terima informasinya. Karena kebutuhan anggaran untuk LRT dinilai lebih mendesak, maka anggaran di Sumbar dialihkan," kata dia di Padang, Senin.

Menurutnya pengalihan itu hanya bersifat sementara dan nanti akan dikembalikan untuk pembangunan jalur kereta api di Sumbar sesuai kebutuhan.

Namun ia belum bisa memastikan kapan anggaran pembangunan kembali jalur kereta api Sumbar itu dialokasikan oleh pemerintah pusat.

Anggaran Rp2 triliun tersebut awalnya diperuntukkan bagi peningkatan jalur kereta api dari Kacang sampai Solok, Muaro Kalaban-Muaro, Naras Sungai Limau, Padang-Pulau Air dan peningkatan jembatan kereta api dari Padang sampai Padang Panjang.

Namun karena pengalihan anggaran, kemungkinan kegiatan peningkatan jalur kereta api tersebut tidak bisa dilanjutkan pada 2018.

Selain jalur tersebut, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Divre Sumbar juga telah mulai melakukan pembersihan dan penertiban lahan pada beberapa titik, salah satunya di stasiun kereta api Bukittinggi.

Penertiban itu akan dilanjutkan pada jalur Padang Panjang-Bukittinggi dan trase jalur kereta api Bukittinggi-Payakumbuh-Limbanang, kemudian Muaro Kalaban-Muaro Sijunjung.

Sebelumnya disebutkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 4 triliun dari pemerintah. PMN tersebut sepenuhnya akan digunakan untuk proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi.

PMN itu berasal dari APBNP 2017 sebesar Rp2 triliun dan realokasi PMN untuk pembangunan proyek kereta api Sumatera Barat tahun 2015 sebesar Rp 2 triliun. (*)


Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar