Selasa, 17 Oktober 2017 - 27 Muharram 1439 H

Di Kabupaten Ini Penderita HIV/AIDS Lebih Seribu Orang

Ilustrasi - Petugas menunjukkan tiga sampel darah yang terindikasi positif HIV/AIDS saat test HIV/AIDS. (ANTARA FOTO/Siswowidodo)
Probolinggo, (Antara Sumbar) - Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sejak ditemukan pada tahun 2000 hingga Oktober 2017 mencapai 1.318 orang dan 414 orang di antaranya dilaporkan sudah meninggal dunia.

"Pada evaluasi semester III tahun 2017 didapatkan data dari 1.059 orang yang dites HIV, 40 orang dinyatakan positif mengidap HIV," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Liliek Ekowati di Probolinggo, Kamis.

Dari 651 pasien yang memenuhi syarat ARV, hanya 427 pasien yang memulai terapi ARV dan sebanyak 224 pasien belum memulai terapi ARV, dan pasien yang kehilangan tindak lanjut (loss to follow up) sebanyak 23 orang, sehingga menuntut perhatian semua pihak dalam memberikan layanan HIV/AIDS.

"HIV dan AIDS merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Probolinggo yang memerlukan penanganan secara komprehensif, sehingga monitoring dan evaluasi kegiatan diperlukan untuk melihat keberhasilan program HIV dengan capaian masing-masing indikator," tuturnya.

Menurutnya permasalahan sampai saat ini jumlah kasus HIV/AIDS dan infeksi menular seksual (IMS) belum tercatat dan terlaporkan dengan baik, sehingga ada kesenjangan mulai dari layanan Dinkes Kabupaten Probolinggo hingga Provinsi Jawa Timur.

"Sehubungan dengan adanya perbedaan data di semua tingkat administrasi tersebut, maka perlu penguatan dari sisi koordinasi dan regulasi program HIV/AIDS di Kabupaten Probolinggo," katanya.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Dewi Veronica mengatakan rapat evaluasi semester IV HIV/AIDS tahun 2017 yang digelar beberapa waktu lalu bertujuan untuk mengevaluasi program HIV semester IV tahun 2017 secara komprehensif.

"Diharapkan nantinya ada pemahaman situasi program pengendalian HIV/AIDS, capaian program HIV dan AIDS sesuai indikator "New Funding Model" (NFM), evaluasi kegiatan program HIV yang telah dilaksanakan, perencanaan kegiatan semester depan serta membahas permasalahan atau kendala program," ujarnya.

Dinkes Probolinggo sudah menggelar rapat evaluasi semester IV tentang HIV/AIDS 2017 pada Selasa (10/10) yang dihadiri pengelola program HIV/AIDS, Bidan Koordinator, Kepala Puskesmas, LSM dan Komunitas. Mereka mendapatkan materi dari empat narasumber dari Dinkes Provinsi Jawa Timur dan Dinkes Kabupaten Probolinggo. (*)



Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Ikhwan Wahyudi
Padang, (Antara Sumbar) -Waktu menunjukan pukul 06.50 WIB saat bunyi bel memecah keceriaan pagi di SD Bustanul Ulum yang ...
Baca Juga