Rabu, 18 Oktober 2017 - 28 Muharram 1439 H

Hindari Penyelewengan, Penerima Elpiji Subsidi Diusulkan Diintegrasikan dengan Rastra

Tabung elpiji 3 kilogram. (Antara)
Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengusulkan data penerima elpiji bersubsidi di daerah itu diintegrasikan dengan data penerima beras untuk masyarakat prasejahtera agar tidak ada penyelewengan yang membuat kelangkaan.

"Penerima rastra sudah pasti kurang mampu dan berhak mendapatkan elpiji bersubsidi. Di luar itu, tentu tidak berhak lagi," kata Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Provinsi Sumbar Heri Nofiardi di Padang, Selasa.

Ia mengatakan itu terkait kelangkaan elpiji tiga kilogram yang masih terjadi di provinsi itu meski Pertamina telah melakukan operasi pasar.

Menurut Heri, kelangkaan dan naiknya harga gas elpiji bersubsidi pada sebagian daerah di Sumbar diduga karena tidak tepat sasarannya pendistribusian gas tersebut.

Padahal secara kuota, menurut dia, sudah ada penambahan sebanyak 3.986 tabung dari 2016. Pada 2016 kuota 26.031.148 tabung bertambah menjadi 29.027.162 tabung pada 2017.

Harusnya penambahan itu bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat kurang mampu di Sumbar, tetapi kenyataan di lapangan elpiji tiga kilogram itu masih langka.

"Mau tidak mau, dugaan kita adalah pendistribusian yang tidak tepat sasaran," ujarnya.

Heri mengatakan regulasi yang mengatur masyarakat yang berhak membeli elpiji bersubsidi terutama di tingkat pengecer masih sangat lemah sehingga siapa saja bisa membeli, meski secara kasat mata datang ke pengecer menggunakan mobil atau masyarakat ekonomi mampu.

Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), menurutnya, perlu membuat aturan regulasi yang jelas, seperti menggunakan kartu khusus atau seperti Kartu Indonesia Sejahtera dalam pendistribusian agar benar-benar tepat sasaran.

Ia mengatakan data penerima rastra bisa menjadi pedoman bahkan bisa diintegrasikan untuk pendistribusian elpiji tiga kilogram tersebut. (*)




Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Ikhwan Wahyudi
Padang, (Antara Sumbar) -Waktu menunjukan pukul 06.50 WIB saat bunyi bel memecah keceriaan pagi di SD Bustanul Ulum yang ...
Baca Juga