Rabu, 27 September 2017 - 7 Muharram 1439 H

Produksi Gabah Kering Solok Selatan Capai 70,1 Persen

Ilustrasi - Petani menjemur gabah. (Antara)
Padang Aro, (Antara Sumbar) Produksi gabah kering Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat hingga Agustus sudah mencapai 106.698,6 ton atau 70,1 persen dari target yang ditetapkan sebesar 152.191 ton pada 2017.

"Kita optimis target 152.191 ton bisa dicapai akhir tahun ini sebab berbagai bantuan guna percepatan pengolahan sawah dan panen sudah disalurkan kepada petani," kata Kepala Dinas Pertanian Solok Selatan Tri Handoyo Gunardi di Padang Aro, Kamis.

Selain itu kata dia, dengan waktu empat bulan petani masih bisa melakukan satu kali tanam hingga panen.

Dia mengatakan, untuk luas tanam Solok Selatan saat ini sudah 19.077 hektare atau 68,43 persen dari target tanam 27.773 hektare.

Dengan sisa waktu empat bulan ke depan katanya, akan didorong percepatan tanam masyarakat sehingga bisa mencapai target di akhir tahun.

Sedangkan untuk luas panen dari target 27.762 hektare tahun ini sudah terealisasi 19.467 hektare atau 70,1 persen.

Luas panen paling tinggi terjadi pada Agustus dengan 3.356 ton sedangkan paling rendah pada Juli sebanyak 2.018 ton.

Dia menambahkan, proses cetak sawah baru sekarang ini juga sudah di mulai sehingga bisa menggenjot luas tanam.

Cetak sawah baru tahun ini Solok Selatan mendapat jatah 92 hektare di dua lokasi yaitu Padang Limau Sundai Kecamatan Sangir Batang Hari dan Liki Kecamatan Sangir.

"Sekarang yang sudah mulai pengerjaan baru Padang Limau Sundai dan Oktober sudah bisa ditanami," katanya.

Solok Selatan sendiri memiliki Indek Penanaman (IP) 2,7 setiap tahunnya.

Sebetulnya kata dia, Solok Selatan dibebankan IP 3,5 pertahun tetapi itu sulit dilaksanakan.

"Petani setelah panen cenderung membiarkan sawahnya kosong dulu beberapa minggu sembari mempersiapkan benih sehingga sulit mencapai IP 3,5," kata dia.

Sementara itu salah seorang petani Ir (41) mengatakan untuk masa tanam dalam setahun hanya bisa tiga kali dengan dua kali panen.

"Untuk musim tanam ketiga masa panennya sudah tahun berikutnya," katanya.

Untuk melaksanakan tanam dan panen tiga kali dalam setahun kata dia, akan sulit sebab proses mempersiapkan lahan cukup lama.

"Guna mempersiapkan lahan memakan waktu sekitar satu bulan sambil menunggu benih siap tanam," kata dia. (*)


Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Riko Syaputra
Lubuk Sikaping, (Antara Sumbar) - Petugas Rumah Tahanan kelas II B Lubuk Sikaping kembali kecolongan setelah satu warga binaannya ...
Baca Juga