Rabu, 20 September 2017 - 29 Zulhijjah 1438 H

Gubernur : Pariwisata Sumbar Siap "Naik Kelas"

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. (ANTARA SUMBAR/Istimewa)
Padang, (Antara Sumbar) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno menyatakan pariwisata di daerah itu telah siap untuk "naik kelas" dari awalnya berbasis pengembangan destinasi menjadi kawasan terintegrasi antara keragaman geologi, hayati dan budaya.

"Selama ini kita masih berfikir bagaimana membenahi destinasi. Belum masuk pada tataran pembentukan kawasan terintegrasi. Ini yang ditawarkan konsep geopark dan tentu saja kita harus menuju ke sana," katanya di Padang, Kamis.

Ia mengemukakan hal itu usai menghadiri seminar terkait rencana percepatan Geopark Ranah Minang menjadi yang diinisiasi alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menurutnya jika merujuk pada konsep geopark, Sumbar sebenarnya telah memiliki semua persyaratan yang dibutuhkan, tinggal menyusun administrasi yang dibutuhkan agar secepatnya bisa mendapatkan pengakuan.

Pada tahap awal diakui sebagai geopark nasional kemudian secara bertahap bisa diakui secara internasional sebagai Unesco Global Geopark.

"Saya minta Dinas Pariwisata Sumbar aktif berkomunikasi dengan tim percepatan geopark Sumbar maupun Indonesia. Apa yang harus disiapkan, berapa lama waktu yang dibutuhkan. Konkretkan," ujar dia.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Geopark Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Yunus Kusumahbrata dalam kesempatan sama menjelaskan geopark adalah sebuah kawasan panorama bentang alam yang memiliki unsur sifat kebumian istimewa, termasuk nilai arkeologi, ekologi, dan budaya.
Masyarakat disekitarnya juga ikut berperan serta dalam melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam tersebut untuk kehidupan mereka.

Sementara dari segi konsep manajemen, geopark merupakan pengembangan kawasan secara berkelanjutan yang memadu-serasikan tiga keragaman yaitu keragaman geologi (geodiversity), keragaman hayati (biodiversity) dan variasi atau keragaman budaya (cultural diversity).

"Sumbar memiliki topografi yang beranekaragam karena proses tektonik dan vulkanik selama ribuan tahun. Ini membuatnya menjadi unik. Dengan difasilitasi pemerintah daerah, dalam waktu dekat kita yakin ada geopark yang diakui dari Ranah Minang ini," katanya.

Pada tahap awal, direncanakan sembilan kawasan akan diusulkan dari Sumbar masing-masing Ngarai Sianok, Danau Maninjau, Tarusan Kamang Mudiak, Lembah Harau, Danau Singkarak, Goa Batu Kapal, Sawah Lunto, Danau Kembar, dan Silokek. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Joko Nugroho
         Sawahlunto, kota kecil yang berjarak sekitar 80 kilometer dari Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat ...
Baca Juga