Senin, 25 September 2017 - 5 Muharram 1439 H

Ribuan Murid TK di Padang Diperkenalkan Budaya Minangkabau Lewat Gambar

Sekitar 1.500 murid taman kanak-kanak se-Kota Padang diperkenalkan budaya Minangkabau melalui lomba mewarnai yang diselenggarakan perusahaan alat tulis, Rabu (30/8). (Antara Sumbar/Novia Harlina)
Padang, (Antara Sumbar) - Sekitar 1.500 murid taman kanak-kanak se-Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) diperkenalkan budaya Minangkabau melalui lomba mewarnai yang diselenggarakan perusahaan alat tulis.

"Kegiatan yang bertema ceria warna nusantara ini diangkat sebagai bentuk kepedulian kami terhadap adat dan budaya Indonesia yang kaya," kata Asisten Manejer Pemasaran Standardpen, Shara Christanti di Padang, Rabu.

Dengan lomba mewarnai ini pihaknya ingin mengenalkan budaya dan ikon nusantara yang berbeda-beda dan dan penuh warna, terutama saat ini perhatian anak-anak cukup teralihkan oleh telepon pintar sehingga berpotensi menggerus nilai budaya.

Kegiatan yang diselenggarakan di Pulau Sumatera, Jawa dan Bali ini berkesempatan mewarnai ikon dari daerah masing-masing. Jadi siswa yang mengikutinya di Padang akan mewarnai rumah adat Minangkabau.
"Kami ingin anak-anak Indonesia lebih mengenal lagi tentang budaya daerah-daerah lainnya serta memahami budaya dan adatnya sendiri melalui lomba mewarnai," kata dia.

Menurutnya mewarnai merupakan pendidikan dasar bagi anak dalam menambah wawasan sekaligus mengasah motorik agar mereka lebih kreatif.

"Setidaknya dengan hal sederhana ini bisa menumbuhkan rasa cinta anak-anak pada budaya Indonesia,” ujar dia.

Lomba Mewarnai ceria warna nusantara digelar sepanjang April hingga Agustus 2017 di 16 kota dari 13 provinsi, yakni Batam, Tangerang, Jakarta, Padang, Semarang, Malang, Bali, Tasikmalaya, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Lampung, Medan, Balikpapan, Samarinda dan Makassar.

Kemudian ia menyebutkan akan ada hadiah dari masing-masing kota untuk satu pemenang, berupa paket liburan keluarga ke Bali bersama ayah dan ibu mereka.

Sementara salah seorang guru Tk yang mendampingi siswanya, Yulneti (45) mengatakan kegiatan mewarnai akan mengasah motorik anak sehingga mereka dapat menjadi kreatif.

"Ini kegiatan yang positif dan merangsang kreatifitas anak, apalagi yang diwarnai adalah ikon-ikon di Sumbar," katanya.

Ia berharap kegiatan mengenalkan budaya kepada anak usia dini seperti ini sebaiknya sering dilakukan oleh pemerintah maupun swasta. (*)


Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Riko Syaputra
Lubuk Sikaping, (Antara Sumbar) - Petugas Rumah Tahanan kelas II B Lubuk Sikaping kembali kecolongan setelah satu warga binaannya ...
Baca Juga