Jurnalis Dilarang Meliput Kunjungan Gubernur Sumbar di SEML

id Jurnalis dilarang meliput

Para Jurnalis yang dilarang meliput kegiatan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berdebat dengan security Supreme Energy Muaralabuh yang melarang Jurnalis untuk masuk kelokasi perkantoran mereka dengan alasan tidak ada perintah pimpinan, Selasa (ANTARA SUMBAR/Erik Ifansyah Akbar)

Padang Aro, (Antara Sumbar) - PT Supreme Energy Muaralabuh melarang para jurnalis untuk meliput kegiatan Gubernur Irwan Prayitno yang mengunjungi proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, Selasa.

"Kita ke Supreme hanya ingin meliput kegiatan Gubernur karena memang agendanya ke perusahaan tersebut tetapi malah ditahan pos sekuriti dengan alasan tidak ada perintah dari atasan", kata salah seorang wartawan harian di Sumbar Putra Susanto, di Padang Aro.

Dia mengatakan, kawan-kawan media cuma ingin sampai kantor Supreme bukannya ikut ke lokasi pengeboran yaitu PAD A.

"Kita juga mengerti kalau ke lokasi pengeboran harus pakai safety lengkap sehingga memutuskan hanya sampai kantor tetapi malah dilarang masuk," ujarnya.

Sementara itu salah satu wartawan yang juga dilarang masuk Bustanul Deno mengatakan, lima orang jurnalis yang dilarang masuk berangkat dari menggunakan sepeda motor dan saat sampai di pos security malah dilarang masuk.

"Kita ke pos sekurity untuk melapor masuk tetapi malah dilarang padahal kita hanya menjalankan tugas," ujarnya.

Lima orang jurnalis sudah menjelaskan kepada pihak security tetapi mereka bersikeras melarangnya karena tidak ada perintah pimpinan.

Sementara itu Field Represetative PT SEML Bujang Joan Datuak Panyalai saat di hubungi melalui selularnya tidak memberikan jawaban.

Senior Manager Bisnis Relations PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) Ismoyo Argo melalui pesan group WhatsApp, meminta maaf kalau ada yang kurang berkenan.

"Teman-teman media mohon maaf kalo ada hal yang kurang berkenan. saya kira hal ini karena miskomunikasi," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar