Selasa, 22 Agustus 2017 - 30 Zulqaidah 1438 H

Dua Kabupaten Tertinggal Sumbar Berpotensi Dientaskan 2018

Wagub Sumbar Nasrul Abit (Antara)
Padang, (Antara Sumbar) - Dua kabupaten tertinggal di Sumatera Barat (Sumbar), masing-masing Pasaman Barat dan Solok Selatan ditargetkan bisa lepas dari status tersebut pada 2018 dengan dukungan program dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

"Kemendes PDTT menargetkan pada 2018, 50 kabupaten tertinggal di Indonesia bisa dientaskan. Posisi Pasaman Barat dan Solok Selatan berada pada peringkat 30-an, jadi masuk dalam prioritas," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Jumat.

Ia menambahkan itu dalam Rapat koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Kabupaten Daerah Tertinggal di Padang.

Posisi Pasaman Barat menurut evaluasi kementerian berdasarkan 27 indikator daerah tertinggal, berada pada posisi 33, sedangkan Solok Selatan pada posisi 35.

Indikator yang masih rendah pada daerah tersebut sudah diterima pemerintah daerah untuk dijadikan pedoman dalam mengarahkan program yang sesuai.

Secara umum, program itu diarahkan pada sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi.

Nasrul menyebutkan yang agak mengkhawatirkan adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai, karena menurut hasil evaluasi Kemendes PDTT berada pada peringkat 70.

"Perlu penanganan khusus untuk Mentawai ini," ujar dia.

Beruntung, Kemendes PDTT masih memberikan ruang untuk membantu mengentaskan 30 daerah tertinggal lagi, di luar 50 yang ditargetkan 2018.

Hanya saja waktu penanganan lebih panjang dan ditargetkan bisa keluar dari daerah tertinggal pada 2019.

"Kita berharap, Mentawai masuk dalam kelompok ini," kata dia.

Meski ada harapan untuk dibantu oleh pusat, pemerintah kabupaten dan provinsi menurut Nasrul juga harus mendukung penuh melalui program-program yang terencana dan tersinkronisasi.

"Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi dan kabupaten harus duduk bersama untuk membuat program tersebut," tambahnya.

Selain APBD provinsi dan kabupaten, kegiatan menggunakan dana desa juga bisa diarahkan untuk membantu meningkatkan kualitas pada indikator daerah tertinggal yang masih ada di desa atau nagari tersebut.

Sementara itu tiga kepala daerah tertinggal di Sumbar masing-masing Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet, Bupati Pasaman Barat, Syahiran dan Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria menyatakan daerahnya sangat serius dalam upaya pengentasan daerah tertinggal itu.

Namun karena keterbatasan daerah, mereka minta dukungan penuh dari provinsi dan pusat. (*)


Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Desca Lidya Natalia
     "Jadi Pak ni kalau mau jujur Pak, Saya sampek bilang 'Pak boleh gak sih saya ngomong? KPK itu independen apa ...
Baca Juga