Senin, 23 Oktober 2017 - 3 Safar 1439 H

Padang Luncurkan Program Penanganan Anak Jalanan

Direktur Jenderal Rehabilitas Sosial (Dirjen Rehsos) Kementerian Sosial RI Marjuki memberikan arahan kepada anak jalanan yang mendapatkan pembinaan dari Batalyon 133 Yudha Sakti Padang, Kamis (10/8). Pemkot Padang bersama Korem 032 Wirabraja melatih sebanyak 25 anak jalanan di kota itu sebagai pembentukan mental dalam menghadapi masa depan. (ANTARA SUMBAR/Mario Sofia Nasution)
Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat meluncurkan program penanganan anak jalanan agar dapat memberikan perhatian lebih terhadap anak terlantar di kota itu.

"Kita akan bekerjasama dengan Korem 032 Wirabraja dalam membentuk mental anak jalanan agar mereka lebih siap menghadapi masa depan," kata Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah di Padang, Kamis.

Ia menjelaskan melalui program ini maka anak-anak jalanan akan diberikan pelatihan keterampilan, sikap dan mental yang akan membentuk mereka menjadi pribadi yang baik.

Selepas dari pendidikan, mereka akan diarahkan untuk membuka usaha sesuai keterampilan yang telah diberikan selama pelatihan. Setelah itu mereka akan diberikan modal untuk mengembangkan usaha yang akan mereka geluti.

"Mereka akan dilatih dan diberikan pembinaan dalam jangka waktu yang panjang sehingga mental mereka terbentuk dengan baik," ujar dia.

Langkah ini diambil karena banyak ditemukan anak-anak putus sekolah dan dalam kesehariannya menjadi anak jalanan, pemerintah tentu akan memberikan perhatian khusus melalui program ini.

Ia mengatakan anggaran untuk pelaksanaan program ini akan diambil dari APBD dan bantuan CSR dari perusahaan, baik milik negara maupun swasta, selain itu pihaknya akan dibantu melalui program terpadu Baznas Padang.

Sementara itu Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari mengatakan anak-anak jalanan yang mengikuti program tersebut tidak lagi disebut sebagai anak jalanan, tapi mereka akan dipanggil "Putra Yudha Sakti"

"Putra Yudha Sakti akan dibina di Batalyon 133 Yudha Sakti, semoga pembinaan ini dapat mengubah sikap dan mental mereka semua. Ini bukti nyata pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat," kata dia.

Ia mengatakan dalam tahap awal sebelum masuk pelatihan yang lebih teknis, pihaknya akan membekali mereka pelatihan fisik dan pembentukan mental karakter anak.

"Kita akan melatih mereka sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki sehingga menjadi generasi penerus bangsa ini," kata dia berharap.

Sementara Direktur Jenderal Rehabilitas Sosial (Dirjen Rehsos) Kementerian Sosial RI Marjuki mengapresiasi langkah Pemkot Padang dalam melakukan pembinaan terhadap anak jalanan.

"Program ini pada dasarnya adalah bagaimana kita memenuhi hak-hak anak jalanan seperti pendidikan dan kesehatannya. Ini patut diapresiasi dan Kemensos melalui Ditjen Rehsos Indonesia sangat mendukung program tersebut," katanya.

Ia mengatakan catatan dari Dinas Sosial (Dinsos) Sumbar saat ini terdapat sebanyak 822 orang anak jalanan tersebar di Provinsi Sumbar. Menurutnya angka tersebut cukup besar dan perlu peran semua pihak dalam melakukan pembinaan.

"Melalui program ini akan membentuk karakter dan mental anak jalanan yang lebih baik. Sehingga, dari sikap mereka yang dulunya tidak teratur dan tidak disiplin dapat berubah dan menjadi anak yang bisa dibanggakan," kata dia.

Ia mengatakan dalam melakukan pembinaan terhadap anak khususnya anak jalanan, Kemensos Republik Indonesia telah membentuk program seperti satu hari untuk anak (One Day For Children), program tersebut dilakukan di setiap provinsi.

"Sedangkan untuk program penanganan anak jalanan melalui pembinaan terpadu yang dilakukan oleh Pemkot Padang dalam membentuk sikap dan mental ini, baru pertama kali dan satu-satunya daerah yang melakukan program tersebut," kata dia. (*)


Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Atman Ahdiat
Semangat Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk memacu pertumbuhan di sektor pariwisata terpancar pada Forum Investasi Regional ...
Baca Juga