Selasa, 22 Agustus 2017 - 30 Zulqaidah 1438 H

Bayi Berbobot 6,2 Kilogram Lahir Secara Normal di Bukittinggi

Khairuddin menggendong bayinya yang lahir pada Sabtu (5/8) pukul 6.20 WIB berbobot 6,2 kilogram. (ANTARA SUMBAR/ Ira Febrianti)
Bukittinggi, (Antara Sumbar) - Bayi berbobot 6,2 kilogram lahir di sebuah rumah Bidan Praktik Swasta (BPS) Bunda di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (5/8) pukul 6.20 WIB melalui proses kelahiran normal.

Pemilik BPS Bunda, Yenni Fitri di Bukittinggi, Sabtu, mengatakan bayi berbobot raksasa jenis kelamin laki-laki itu memiliki panjang 60 sentimeter lahir melalui proses normal.

"Bayi normal biasanya lahir dengan bobot 2,5 sampai 3,5 kilogram. Meski bobotnya jauh melebihi bobot biasa namun kelahirannya normal dan tanpa jahitan," tambahnya.

Ia menerangkan sebelum melahirkan, orangtua dari bayi tersebut Nathalia(35) dan Khairuddin(52) menolak dilakukan pemeriksaan USG serta menolak dirujuk ke rumah sakit.

"Seharusnya ke rumah sakit karena lingkar perut melebihi 35 sentimeter. Tapi orangtua memaksa untuk melahirkan di sini karena sebelumnya melahirkan anak pertama kembar juga di sini," ujarnya.

Anak pertama yang kembar itu juga lahir dengan bobot besar yaitu 4,1 dan 3,7 kilogram.

"Kondisi bayi saat ini baik-baik saja. Namun kami akan periksa dikhawatirkan ada kelainan gula darah. Tapi kita tetap berharap semoga aman-aman saja," lanjutnya.

Orangtua bayi, Khairuddin mengemukakan memberi nama Raja Holoan Tambunan untuk anak laki-lakinya tersebut.

"Bidan memang minta lahiran ke rumah sakit saja. Tapi karena dulu lahiran anak pertama yang kembar berjalan lancar di sini, jadi kami memilih tetap di bidan saja," katanya.

Semula dirinya memperkirakan akan dikaruniai anak kembar untuk kedua kalinya karena ukuran kehamilan yang cukup besar.

"Kami pikir akan kembar lagi, tapi ternyata satu dan ukurannya besar. Harapan kami Raja tumbuh dengan sehat dan normal," ujarnya. (*)




Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Desca Lidya Natalia
     "Jadi Pak ni kalau mau jujur Pak, Saya sampek bilang 'Pak boleh gak sih saya ngomong? KPK itu independen apa ...
Baca Juga