TENTANG KAMI | INDEX | REDAKSI | IKLAN | RSS | PETA | KONTAK | KETENTUAN | FORUM | FACEBOOK | Twitter | REGISTER | SIGN IN
Jumat, 28 Juli 2017 - 5 Zulqaidah 1438 H

Pulau Kapo-Kapo Direncanakan Sebagai Lokasi Kejuaraan Voli Pantai Asia-Pasifik

Voli pantai. (ANTARA FOTO)
Painan, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat merencanakan Pulau Kapo-Kapo sebagai lokasi pelaksanaan Kejuaraan Voli Pantai Asia-Pasifik yang akan digelar pada 2018.

"Tahun ini pembangunan lapangan voli akan dimulai, selain didukung pasir pantai yang ideal keindahan pulau juga akan memberi semangat tersendiri bagi atlet yang bertanding," kata Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni di Painan, Sabtu.

Ia menambahkan rencana kejuaraan internasional tersebut digelar bukan tanpa alasan, karena sebelumnya daerah itu sukses menggelar Perlombaan Sirkuit Voli Pantai Nasional Terbuka hingga yang keenam kalinya.

Selain sebagai ajang bertanding bagi atlet secara sportif, kejuaraan juga dijadikan sebagai ajang promosi keindahan seluruh objek wisata yang ada di daerah itu.

"Pulau Kapo-Kapo merupakan pulau berpasir putih, tidak hanya itu pulau juga menghadap ke Samudera Hindia sehingga menciptakan pemandangan yang mengagumkan. Dengan kejuaraan itu kami berharap para atlet ikut mempromosikan keindahannya," ujarnya.

Ia menyebutkan alasan lain yang tidak kalah penting sehingga direncanakannya Pulau Kapo-Kapo sebagai lokasi pelaksanaan kejuaraan adalah untuk menghargai adat istiadat yang begitu kental di tengah-tengah masyarakat sehingga tidak terjadi pertentangan.

"Walaupun kejuaraan ini kami maksudkan untuk membawa dampak positif terhadap atlet dan pariwisata namun jauh dari itu adat istiadat tentu juga harus diutamakan. Kita sama-sama tahu jika busana para atlet akan mendapatkan pertentangan dari masyarakat jika dilaksanakan ditempat terbuka," katanya.

Dengan jauhnya jarak pulau dari pemukiman masyarakat diharapkan hanya atlet dan tim penyelenggara yang ada di lokasi sehingga tidak terjadi pro dan kontra.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kecamatan IV Jurai, Hen Arif Boy menyambut baik rencana tersebut namun menurutnya sebelum dimatangkan sebaiknya dibicarakan dengan masyarakat terlebih dahulu.

"Memang dampak kegiatan itu akan sangat positif bagi pariwisata Pesisir Selatan namun karena nilai budaya dan agama cukup melekat di tengah masyarakat sehingga persetujuan masyarakat dibutuhkan," sebut dia. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Ikhwan Wahyudi
 Padang,  (Antara Sumbar) - Beberapa tahun terakhir publik di Tanah Air  kerap disuguhipemberitaan ...
Baca Juga