Rabu, 20 September 2017 - 29 Zulhijjah 1438 H

Hasil Peninjuan, Armen: Keruhnya Batang Pulakek Bukan Disebabkan Supreme Energy

Sejumlah anak bermain di Sungai Batang Pulakek, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, yang tercemar lumpur sejak seminggu yang lalu. (ANTARA SUMBAR/Istimewa)
Padang Aro, (Antara Sumbar) - Wakil Ketua DPRD Solok Selatan, Sumatera Barat Armen Syahjohan meninjau kondisi Sungai Batang Pulakek yang sejak dua minggu belakangan airnya kerus, bahkan di bagian hulunya yaitu Bangko Jernih justru berlumpur.

"Banyak isu yang beredar kalau penyebab keruhnya sungai Batang Pulakek akibat pengeboran panas bumi oleh Supreme Energy Muarolabuh dan setelah saya saksikan lansung sumbernya bukan dari situ," ujarnya di Padang Aro, Senin.

Ia juga melihat langsung aktivitas di Supreme Energy dan memang tidak ada limbah berupa lumpur yang dialirkan ke sungai.

Ia menyebutkan setelah melakukan koordinasi dengan pihak terkait penyebab keruhnya aliran sungai Batang Pulakek berada dalam kawasan TNKS.

"Penyebab keruhnya berada lima jam perjalanan ke bagian hulu sungai dan itu dalam kawasan TNKS. Tidak ada hubungannya dengan pengeboran panas bumi," katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Dinas Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Solok Selatan Novi Hendrik menjelaskan, pihaknya sudah melakukan penelusuran Sungai Batang Pulakek pada Selasa 4 Juli hingga ke batas TNKS dan mengambil sampel airnya untuk uji labor.

"Kita mengambil sampel air di dua titik dan hasilnya sampel pertama tingkat kekeruhan 100,7 mg/l dan kedua 247,6 mg/l dan jauh diambang baku mutu yang ditetapkan yaitu 50mg/l," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga sudah meninjau langsung ke Supreme Energy terkait isu yang berkembang tentang penyebab keruhnya air batang pulakek.

Ia mengatakan, penelusuran yang dilakukan sekitar satu kilometer dengan waktu tempuh satu jam perjalanan.

Untuk saat ini, katanya penyebab air berlumpur diduga akibat longsor di dalam kawasan TNKS.

"Guna melakukan penelusuran tahap II kita butuh Simaksi dari TNKS dan sesuai kesepakatan yang mengurusnya pihak PT Supreme Energy Muaralaboh," katanya.

Camat Pauah Duo Zamzami menambahkan penyebab aliran Bangko Jernih keruh berada di bagian hulu yang berjarak sekitar lima kilometer dari proyek panas bumi.

"Warga sudah mendatangi dan melihat sendiri aktivitas proyek Panas Bumi dan juga menelusuri sungai dan diduga penyebabnya di bagian hulu sungai," ujarnya. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Riko Syaputra
Lubuk Sikaping, (Antara Sumbar) - Petugas Rumah Tahanan kelas II B Lubuk Sikaping kembali kecolongan setelah satu warga binaannya ...
Baca Juga