Selasa, 24 Oktober 2017 - 4 Safar 1439 H

PB PABBSI akan Sanksi Sandra Diana

Padang, (Antara Sumbar) - Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB-PABBSI) akan mempertimbangkan pemberian sanksi untuk atlet junior Sumatera Barat Sandra Diana yang dinilai melakukan tindakan merugikan organisasi beberapa waktu lalu.

"Secara regulasi aksi yang dilakukan Sandra dan klub telah menyalahi aturan dan telah merusak nama baik PABBSI," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PABBSI Irwan Alwi di Padang, Selasa.

Dia menyebutkan langkah Sandra bersama oknum tertentu yang melakukan aksi penggalangan dana dan menampilkan beberapa pernyataan buruk di media sosial tidak pantas dilakukan oleh insan olahraga.

Sebagai langkah tegas, ujar dia pihaknya akan melakukan rapat bersama PABBSI Sumbar untuk memastikan bentuk sanksi tersebut.

Sanksi ini, kata dia tidak mutlak untuk Sandra saja namun juga untuk klub bernaung Familly Babel Klub dan pengurus yang diduga memberikan pengaruh besar atas aksi tersebut.

"Kami masih meyakini Sandra hanya korban dari eksploitasi yang berkepentingan," tambahnya.

Meskipun demikian, kata Irwan Sandra termasuk atlet potensial di Sumbar walau secara nasional masih kalah bersaing dengan atlet lainnya.

Untuk itu bila ada sanksi untuk atlet tersebut akan bersifat mendidik dan berupa peringatan.

Akan tetapi semuanya akan diserahkan kepada pengprov Sumbar.

Terkait adanya tuduhan tidak adanya pemberian bantuan pengurus cabang provinsi kepada Sandra dalam Kejuaraan Asia di Soreang Jawa Barat itu tidak benar.

Karena sebelum kejuaraan "single event" tersebut semua atlet yang lolos seleksi nasional dibiayai keseluruhannya mulai tiket pesawat, uang saku, dan akomodasi.

"Kasus ini tidak baik untuk semua organisasi olahraga dan diharapkan menjadi yang terakhir," ujar dia.

Ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar Syaiful mengatakan pihaknya tidak akan menempuh jalur hukum terkait pencemaran nama baik di media sosial terkait Sandra tersebut.

Sebab, sebutnya masalah ini seperti bapak dan anak yang tidak mengetahui apapun.

Dia berharap Sandra tidak mendapat sanksi yang keras masih bisa menjadi atlet potensial dan andalan di masa depan.

Terkait adanya anggapan KONI menyia-nyiakan Sandra Pasca PON 2016 lalu itu hanya sebuah regulasi.

Sebab regulasinya atlet PON yang dapat medali sebanyak 68 orang diteruskan menjadi Binaan KONI.

Sedangkan yang gagal dikembalikan statusnya menjadi atlet biasa namun masih akan kembali jadi binaan bila sukses meraih prestasi.

Sementara itu sebelumnya Atlet Angkat Berat Sumbar, Sandra melakukan aksi pengumpulan dana di Padang pada tiga hari lalu.

Kegiatan ini menjadi viral di media sosial setelah ada pernyataan yang dinilai mencemarkan nama baik induk organisasi olahraga di provinsi tersebut. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Atman Ahdiat
Semangat Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk memacu pertumbuhan di sektor pariwisata terpancar pada Forum Investasi Regional ...
Baca Juga