Selasa, 23 Mei 2017 - 27 Sya'ban 1438 H

Kejuaraan Dunia Jadi Gambaran Asian Games 2018

Olahraga paralayang. (Antara)
Jakarta, (Antara Sumbar) - Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang (WPAC) 2017 di Albania, dinilai menjadi gambaran kekuatan persaingan di pesta olahraga multi cabang Asian Games 2018 di Indonesia.

"Yang tetap patut diwaspadai tuan rumah Indonesia di nomor Ketepatan Mendarat adalah China, Thailand dan Korea. Sedangkan di nomor XC (Lintas Alam) ada Jepang, Nepal, Korea dan India," kata Staf Humas Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI) Tagor Siagian dalam pernyataan resminya pada Antara di Jakarta, Minggu.

Di kategori beregu yang hanya menghitung poin empat atlet terbaik baik putri maupun putra, Indonesia terpaut 29 poin dari China yang meraih medali emas. Sedangkan Korea hanya satu peringkat di bawah tim Merah Putih dengan selisih nilai tiga.

Sementara Thailand yang gagal mempertahankan medali emas Kelas Beregu WPAC 2015, ada di peringkat tujuh dengan selisih delapan angka di bawah Indonesia.

Dalam kategori umum, atlet yang paling berpengalaman di tim nasional, Darumaka Rajasa, hanya mencapai peringkat 11. Padahal hingga Ronde 8, dia masih ada di posisi 5, di bawah trio China, Chen Haiping, Zhu Zhifeng dan Wang Jianwei.

Boa (julukan Darumaka) malah masih berada di atas pilot Cina lainnya, Wu Yong.

"Strategi susunan urutan terbang tim juga berpengaruh. Teknik dan mental para pilot China sangat tinggi," kata Darumaka yang saat ini berstatus Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pasundan, Bandung tingkat akhir tersebut.

Dalam kejuaraan yang dilangsungkan di Vlora, Albania itu, Darumaka yang saat ini menduduki peringkat lima dunia versi Federasi Olahraga Dirgantara Internasional (FAI), mencatat prestasi tersendiri bagi tim Indonesia dengan empat kali menginjak tepat titik nol, disusul Permadi Chandra, asal Batu, Malang, Jawa Timur, yang mencatat tiga kali nilai sempurna 0.

Indonesia yang awalnya ditargetkan bisa mendapatkan emas di kategori beregu, gagal memenuhi target itu setelah hanya mampu finis di peringkat empat di bawah Republik Ceko.

Darumaka menampik bahwa hal tersebut lantaran skuat Indonesia sekarang terbebani akibat mereka menjadi harapan besar Indonesia untuk menggantikan generasi tim nasional SEA Games 2011, yang memborong 10 dari 12 medali emas.

"Justru itu jadi penyemangat bagi teman-teman. Buktinya beberapa diantara kami pernah jadi juara seri Piala Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang (PGAWC). Kami sudah sepakat regenerasi timnas harus berjalan mulus," ujarnya.

Sementara pelatih kepala timnas Indonesia Gendon Subandono mengakui gagalnya Indonesia memenuhi target karena penyelesaian akhir berupa teknik pijakan saat mendarat para pilot timnas yang masih kalah sehingga perlu diperbaiki jelang Asian Games XVIII 2018.

"Ke depan kami akan perbaiki agar lebih tepat di titik nol. Di kejuaraan dunia ini kami sama-sama menginjak pad (landasan) seperti pilot China. Namun mereka mampu lebih tepat," ujarnya.

Sementara itu, Pemusatan Latihan Nasional Paralayang untuk Asian Games 2018 diikuti 18 atlet (8 putri dan 10 putra). Alumni timnas SEA Games 2011 seperti Thomas Widyananto (peraih empat medali emas saat itu) dan Lis Andriana, Juara Kelas Putri Seri PGAWC tiga tahun berturutan, 2012-2014 termasuk diantaranya.

Nantinya akan dipilih tim nasional sebanyak 12 pilot (5 putri dan 7 putra). Tim Pelatnas selanjutnya akan mengikuti Seri III PGAWC di Mont Saint Pierre, Kanada, 21-23 Juli dan Seri IV di Pegunungan Kobarid, Slovenia, 22-24 September.

Sebagai informasi, hasil akhir Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang Antar Negara (WPAC) FAI IX Albania 2017 adalah:
Kategori Beregu
1. China : 52
2. Serbia : 65
3. Rep. Ceko : 81/5
4. Indonesia : 81/7
5. Korea : 84
6. Slovenia : 87
7. Thailand : 89
8. Bulgaria : 166
9. Inggris : 235
10. Turki : 251

Kategori Putri
1. Nunnapat Phuchong (Thailand) : 22
2. Marketa Tomaskova (Rep. Ceko) : 25
3. Rika Wijayanti (Indonesia) : 46
4. Milica Marinkovic (Serbia) : 64
7. Dagylom Lee (Korea) : 87
8. Di Wang (Cina) : 96
11. Ike Ayu Wulandari (Indonesia) : 173

Kategori Umum
1. Tzevetan Tzolov (Bulgaria) : 7
2. Matjaz Sluga (Slovenia) : 8/3
3. Haiping Chen (China) : 8/461
4. Tomas Lednik (Rep. Ceko) : 10
4. Goran Djurlovic (Serbia) : 10
4. Zhifeng Zhu (China) : 10
7. Yong Wu (China) : 12
9. Jiangwei Wang (China) : 14
9. Jirasak Witeetham (Thailand) : 14
11. Darumaka Rajasa (Indonesia) : 15
19. Permadi Chandra (Indonesia) : 20
21. Nunnapat Phuchong (Thai/Pi) : 22
25. Marketa Tomaskova (Rep. Ceko/Pi) : 25
25. Jafro Megawanto (Indonesia) : 25
27. Aris Afriansyah (Indonesia) : 26
28. Irvan Winarya (Indonesia) : 27 (*)


Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Ikhwan Wahyudi dan Mario Sofia Nasution
         Marjuni tak kuasa menahan tangis ketika peti kayu  diselimuti kain berwarna merah putih ...
Baca Juga