Asean-Kanada Sepakat Majukan UMKM-Perlindungan Pekerja Migran

id Pekerja Migran

Ilustrasi - Pekerja Migran. (Antara)

London, (Antara Sumbar) -Dirjen Kerja Sama ASEAN Kemenlu Jose Tavares, mengajak Kanada meningkatkan inovasi digital bagi UMKM ASEAN melalui Canada-OECD Project on ASEAN SMEs senilai 12 juta dolar AS yang akan membantu memberdayakan UMKM di negara anggota ASEAN.

Proyek tersebut juga akan menyusun berbagai kebijakan dan program yang kondusif mendorong UMKM ASEAN masuk dalam rantai pasokan global.

Hal ini tercermin dalam Pertemuan Ke-14 ASEAN-Canada Dialogue yang diadakan di Ottawa, Kanada, Senin, demikian Direktur Kerja Sama Eksternal Ditjen Kerja Sama ASEAN Kemenlu RI, Benny YP Siahaan kepada Antara London, Selasa.

Kemitraan ASEAN-Kanada yang tahun ini berusia 40 tahun, diharapkan akan dapat disepakati kerja sama ekonomi dan perdagangan serta pemajuan HAM. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia, mewakili ASEAN, juga menyambut baik inisiatif Kanada menjajaki potensi dibentuknya Free Trade Agreement (FTA) ASEAN Kanada.

Hal ini dilakukan mengingat ASEAN merupakan mitra dagang terbesar ke-6 bagi Kanada dan nilai investasi Kanada ke ASEAN sebesar 898 juta dolar AS yang mengalami peningkatan dari tahun-tahun.

Jose Tavares, mengatakan saat ini dilakukan studi awal oleh Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) bersama pakar Kanada untuk studi kelayakan FTA ASEAN-Kanada.

Dikatakannya hasil studi ini akan disampaikan pada pertemuan pejabat senior bidang ekonomi ASEAN-Kanada (SEOM) pada awal Juli mendatang dan diharapkan dapat disepakati tahun ini.

Kerja sama HAM
Menanggapi isu kerja sama HAM yang diangkat Kanada, Indonesia menggarisbawahi upaya pemajuan dan perlindungan HAM yang menjadi komitmen bersama ASEAN dan Kanada.

Ketua Delegasi Kanada yang juga mantan Dubes Kanada di Jakarta, Dr. Donald Bobiash mengatakan upaya ASEAN memajukan dan melindungi hak-hak pekerja migran ASEAN dipuji Kanada yang direalisasikan melalui proyek senilai 5,5 juta dolar kanada untuk mendukung dan melindungi hak-hak pekerja migran ASEAN sebagai pelaksanaan pernyataan Perdana Menteri Justin Trudeau pada September tahun lalu, ujar Dr. Donald Bobiash, yang juga menjadi Assistant Deputy Minister Asia-Pacific.

Selain isu-isu di atas, Pertemuan Ke-14 ASEAN-Kanada juga membahas berbagai bidang penguatan kerja sama antara ASEAN dan Kanada, seperti lingkungan ekonomi global, kontra-terorisme ekstremisme dan radikalisasi, konektivitas, perubahan iklim dan mitigasi bencana, serta rangkaian kegiatan untuk memperingati 40 tahun kemitraan ASEAN-Kanada termasuk undangan kepada PM Kanada Justin Trudeau pada KTT ASEAN mendatang.

Kanada memuji kerja sama kemitraan ASEAN-Kanada yang telah berjalan selama 40 tahun dan berharap status kemitraan Kanada dapat terus ditingkatkan dimasa datang, ujar Dr Bobiash.

Dialog ASEAN-Kanada 2017 dipimpin bersama Kanada serta Filipina sebagai Koordinator kemitraan ASEAN-Kanada. Untuk merayakan 40 tahun kemitraan ASEAN-Kanada ini, Kanada membuat logo khusus yang disayembarakan secara terbuka dan dimenangkan peserta Indonesia Adi Kurnia dari Jember. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar