Minggu, 20 Agustus 2017 - 28 Zulqaidah 1438 H

Wapres akan Bantah "Hoax" Tentang Dirinya

Wapres Jusuf Kalla. (ANTARA /Yudhi Mahatma)
Jakarta, (Antara Sumbar) - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan akan membantah berita bohong atau hoaxtentang dirinya karena sebagai salah satu pemimpin negara, pengaruhnya bukan hanya pribadi, namun juga kepada publik.

"Kalau saya pribadi, kalau memang ada yang saya tahu, ya, saya bantah," kata dia usai membuka acara peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2017 di Balai Sidang Jakarta (JCC), Rabu.

Peredaran berita bohong yang masif akhir-akhir ini menjadi salah satu isu yang diangkat dalam acara peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2017, oleh karena itu JK menilai pentingnya media melakukan sensor sendiri untuk menjaga kredibilitasnya.

"Ya, seperti minggu lalu kita bicarakan bahwa ini harus ada 'internal censor' untuk hal-hal ini dan kalau hoaxjangan disebarin lagi," kata dia.

Menurut JK, hoaxyang menyangkut pribadinya sebenarnya kurang dia perhatikan karena dia mengaku jarang memantau media sosial, namun sebagai wakil kepala negara, berita bohong tersebut akan berdampak luas kepada masyarakat.

"Kebetulan saya tidak suka membaca, tak ada waktu membaca gitu-gituan, saya tidak tahu, sekarang Presiden suka baca itu, jadi memang mengetahui semua apa yang terjadi," kata dia.

"Jadi hati-hati bikin hoaxnanti dibaca Pak Presiden karena ke mana-mana pun beliau pakai i-Padnya jalan," lanjut JK.

Beberapa waktu lalu, Wapres telah membantah hoaxdirinya mengomentari banyaknya kiriman bunga untuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Gatot Saiful Djarot, bahwa sebaiknya uang untuk beli bunga diberikan kepada orang miskin.

Wapres telah membantah memberikan komentar tersebut saat menghadiri deklarasi Jaringan Wartawan Anti-Hoax (Jawah) di Jakarta, 28 April 2017.

"Baru tadi pagi terkejut membaca itu, seakan-akan saya memberikan komentar padahal saya tidak pernah mengomentari mengenai bunga-bunga terkecuali bunga bank, saya selalu minta untuk turun," kata dia di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 28 April 2017. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Fathul Abdi
Teknologi informasi kian hari kian berkembang. Jika dulu masyarakat melakukan segala sesuatu secara manual, kini bisa dilakukan ...
Baca Juga