Minggu, 23 April 2017 - 27 Rajab 1438 H

BPJS Kesehatan Dorong Perempuan Lakukan Tes IVA

BPJS Kesehatan. (Antara)
Bukittinggi, (Antara Sumbar) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) mendorong perempuan memanfaatkan layanan pemeriksaan tes Inspeksi Visual Asam asetat (IVA) untuk deteksi dini kanker serviks.

"Tes IVA merupakan upaya promotif preventif untuk menekan jumlah penderita kanker serviks. Bagi perempuan peserta JKN-KIS silakan memanfaatkan layanan ini dan BPJS Kesehatan siap memberikan pelayanan," kata Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Bukittinggi, MB Sjahjadi di Bukittinggi, Jumat.

Ia menerangkan pemeriksaan IVA dijamin oleh BPJS Kesehatan sehingga peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir dengan biaya yang harus dikeluarkan.

"Bagi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, akan dirujuk sesuai prosedur yang berlaku," kata dia.

Layanan Tes IVA merupakan bentuk dukungan BPJS Kesehatan terhadap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan melalui deteksi dini untuk mencegah kanker serviks diharapkan dapat menurunkan biaya pelayanan kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Ia menyebutkan pemeriksaan IVA di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Bukittinggi dilaksanakan secara seremonial di Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Agam.

"Sementara seluruh kantor cabang melaksanakan kegiatan Bulan Deteksi Dini Kanker Serviks dan pencanangan secara serentak dilakukan pada 21 April 2017," kata dia.

Sementara, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Bukittinggi, Yessi Endriani mewajibkan pengurus dan kader mengikuti tes IVA dan aktif melakukan sosialisasi melibatkan dasawisma dan posyandu untuk mendukung upaya menekan jumlah penderita kanker serviks.

"Perempuan berusia 30 sampai 50 tahun kami harap dapat melakukan tes IVA, tidak perlu malu karena mencegah akan lebih baik dari mengobati," ujarnya.

Ia mengatakan di daerah itu telah terdapat sebanyak 20 tenaga medis di enam puskesmas untuk melayani tes IVA secara gratis.

"Para perempuan kami harapkan dapat mengikuti program ini, pengobatan kanker sangat sulit apalagi saat telah terlambat mengetahuinya," tambahnya. (*)


Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Hendra Agusta
          Pihak Palm Oil Agribusiness Stategic Policy Institute (PASPI) selaku lembaga kajian agrobisnis ...
Baca Juga