Senin, 21 Agustus 2017 - 29 Zulqaidah 1438 H

BI Beri Kuliah Umum Tentang Uang Digital

Kepala Perwakilan BI Sumbar, Puji Atmoko. (Antara)
Padang, (Antara Sumbar) - Bank Indonesia (BI) perwakilan Provinsi Sumatera Barat memberi kuliah umum pada mahasiswa Universitas Bung Hatta (UBH) Padang dengan pembahasan "Motivasi Berprestasi dan Kebijakan Uang Digital Indonesia".

Kuliah umum itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan BI Sumatera Barat, Puji Atmoko di Kampus Proklamator II UBH Padang, Jumat.

Kuliah umum tersebut bertajuk Digital Money Masa Depan Sistem Pembayaran serta Sosialisasi Uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016".

Dalam kuliah itu, Puji menjelaskan sistem pembayaran global terkini dan pembayaran di Indonesia serta peran BI dalam sistem pembayaran.

Ia mengatakan dalam rangka mencegah dan menanggulangi peredaran uang rupiah palsu di masyarakat, maka BI mengeluarkan uang rupiah TE 2016 yang diperkuat sejumlah unsur pengaman mulai dari color shifting, rainbow feature, latent image, ultra violet feature, blind code/tactile effect hingga rectoverso.

"Teknologi keuangan mulai beralih dari yang sebelumnya berupa fisik dan secara tunai, mejadi semakin digital dan less cash. Tingginya penggunaan gawai oleh masyarakat juga turut berperan dalam mendorong peralihan tersebut," sebutnya.

Menurutnya dalam beberapa dekade yang telah berlalu, penyedia jasa layanan keuangan masih didominasi oleh teknologi perbankan.

Namun, saat ini inovasi jasa layanan keuangan juga didorong dari sisi pengguna (customer) sehingga banyak memunculkan alternatif-alternatif baru lainnya.

Ke depan, masyarakat pengguna internet akan mengalami peningkatan yang tajam sehingga penggunaan uang elektronik akan semakin banyak digunakan.

Ia menjelaskan uang elektronik tersendiri merupakan uang yang disimpan secara elektronik atau dalam Chip based dan Server based, berupa prepaid (prabayar), bukan simpanan pada bank dan penerbit bukan merchant.

"Sebagai mahasiswa yang merupakan agen perubahan dapat menjadi pelopor untuk menjaga dan terus menggunakan Rupiah," ujarnya.

Kepada mahasiswa yang ingin bergabung di BI, menurutnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan mulai dari IPK, batas usia hingga kemampuan bahasa Inggris sehingga dapat mengikuti jejak alumni UBH yang telah bekerja di BI," katanya.

Semeentara Rektor UBH, Prof Niki Lukviarman menyampaikan kuliah umum ini merupakan bagian dari "Bung Hatta Memorial Lecture Series" yang menghadirkan para tokoh-tokoh untuk memberikan motivasi dan menambah wawasan mahasiswa serta dosen kampus itu.

Kuliah umun ini dalam dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-67 UBH. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Krida Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2016 serta mahasiswa dari fakultas lainnya.

"Atas nama institusi kami mengucapkan terima kasih atas segala dukungan BI yang telah diberikan kepada UBH, mulai dari memberikan kuliah umum hingga membantu dalam peningkatan mutu kurikulum serta proses transformasi Fakutlas Ekonomi menjadi Fakultas Ekomoni dan Bisnis.

Ia menyatakan, kerja sama ini akan terus berlanjut dan ditingkatkan aktivitasnya. (*)


Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Desca Lidya Natalia
     "Jadi Pak ni kalau mau jujur Pak, Saya sampek bilang 'Pak boleh gak sih saya ngomong? KPK itu independen apa ...
Baca Juga