Minggu, 30 April 2017 - 4 Sya'ban 1438 H

Menteri PPPA Ajak Perempuan Ikuti Uji IVA

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Yohana Yembise dalam kunjungan kerja ke Bukittinggi membuka Jambore Kader PKK Bukittinggi 2017, Senin (17/4). (ANTARA SUMBAR/ Dokumen Humas Kementerian PPPA RI)
Sawahlunto, (Antara Sumbar) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengajak perempuan ikut uji IVA untuk mendeteksi ada atau tidaknya kanker serviks.

"Setiap perempuan tanpa memandang usia dan latar belakang, berisiko terkena kanker serviks atau leher rahim," kata Yohana saat perayaan Hari Kartini di Sawahlunto, Sumatera Barat, Jumat.

Dia mengatakan tingginya kasus kanker serviks di negara berkembang antara lain disebabkan oleh terbatasnya akses pemeriksaan dan pengobatan, sehingga mayoritas penderita yang datang berobat sudah dalam stadium lanjut.

Dengan melakukan deteksi dini, kelainan dapat ditemukan dalam stadium pre-kanker, sehingga dapat dilakukan terapi.

Menurut data WHO tahun 2013, insiden kanker meningkat dari 12,7 juta kasus tahun 2008 menjadi 14,1 juta kasus tahun 2012, sedangkan jumlah kematian meningkat dari 7,6 juta orang tahun 2008 menjadi 8,2 juta pada tahun 2012.

Kanker menjadi penyebab kematian nomor 2 di dunia sebesar 13 persen setelah penyakit kardiovaskular.

Di Indonesia, prevalensi penyakit kanker juga cukup tinggi, berdasarkan data riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi tumor/kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk, atau sekitar 330 ribu orang.

Kanker tertinggi di Indonesia pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim.

Kondisi tersebut memperlihatkan, bahwa ternyata banyak perempuan di negara berkembang seperti Indonesia, kurang mendapatkan informasi dan akses pelayanan terhadap penyakit ini.

Perempuan yang terkena penyakit tersebut, tentunya kualitas hidupnya akan menurun. Penyakit ini akan menambah panjang deretan masalah yang dihadapi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia. Padahal kemungkinan besar mereka masih memiliki tanggung jawab ekonomi dan sosial terhadap keluarga dan masyarakat.

"Melalui kesempatan ini, Saya mengajak kepada seluruh masyarakat, utamanya kaum perempuan untuk dapat berperan aktif dalam menyebarkan informasi terkait kanker serviks serta membangun sistem deteksi dini berbasis masyarakat melalui IVA Test. sehingga terhindar dari penyakit tersebut, karena kanker serviks dapat dicegah jika tahu caranya," kata dia.

Oleh karena itu, kata dia sangat penting juga untuk memberdayakan masyarakat luas agar dapat mencegah dan menghadapi penyakit ini. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Mario Sofia Nasution
          Padang, 25/4 (Antara) - Keputusan Tim Semen Padang FC mengontrak pemain bintang dunia atau ...
Baca Juga