Minggu, 22 Oktober 2017 - 2 Safar 1439 H

Minyak Sedikit Bervariasi di Tengah Kekhawatiran Kelebihan Pasokan

Ladang minyak di Jambi. (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki)
New York, (Antara Sumbar) - Harga minyak berfluktuasi dalam kisaran ketat pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor mempertimbangkan kenaikan produksi AS terhadap keterangan produsen-produsen minyak mentah Teluk terkemuka bahwa perpanjangan pengurangan pasokan yang dipimpin OPEC kemungkinan besar terjadi.

Stok bensin AS meningkat sebesar 1,5 juta barel pada pekan lalu, menandai kenaikan mingguan pertama dalam dua bulan terakhir, menurut laporan mingguan yang dikeluarkan oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (19/4).

EIA juga memperkirakan pada awal pekan ini bahwa produksi minyak mentah pada ladang-ladang serpih utama AS akan meningkat menjadi 5,2 juta barel per hari pada Mei.

Di luar negeri, anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Arab Saudi dan Kuwait, memberi isyarat bahwa OPEC dan produsen lainnya, termasuk Rusia, kemungkinan akan memperpanjang pengurangan produksi minyak mentah mereka melampaui Juni, menurut laporan media.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, turun 0,17 dolar AS menjadi menetap di 50,27 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni, naik 0,06 dolar AS menjadi ditutup pada 52,99 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. (Xinhua)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Atman Ahdiat
Semangat Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk memacu pertumbuhan di sektor pariwisata terpancar pada Forum Investasi Regional ...
Baca Juga