Minggu, 22 Oktober 2017 - 2 Safar 1439 H

Ade Rai: Banyak yang Keliru Pahami JKN-KIS

Duta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Ade Rai. (ANTARA SUMBAR/Ikhwan Wahyudi)
Padang, (Antara Sumbar) - Duta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Ade Rai menyampaikan masih banyak masyarakat yang keliru memahami prinsip dasar Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sehingga kerap muncul pertanyaan apa untungnya jika mendaftar sebagai peserta.

"Masih ada yang memandang cukup bayar iuran Rp50 ribu kemudian berobat seperti operasi yang menelan biaya hingga puluhan juta, si peserta merasa senang karena gratis, padahal semua yang dibiayai negara tersebut pasti ada sumber dananya," kata dia di Padang, Kamis, pada sarasehan BPJS Kesehatan dengan Korpri Sumbar.

Ia memandang sukses itu bukan ketika sakit kemudian dibiayai oleh negara melainkan ketika seseorang menerapkan pola hidup sehat sehingga terjauh dari sakit.

Ade mengakui masih banyak yang memandang program JKN-KIS memiliki banyak kekurangan dan aspek negatif dari sisi pelayanan.

Namun negara punya tujuan mulia membuat program ini agar mereka yang selama ini kesulitan biaya untuk berobat mendapatkan pelayanan kesehatan yang terjamin walaupun banyak tantangan untuk menciptakan sistem yang baik, kata dia.

Karena itu ia mengajak semua pihak untuk berpartisipasi sebagai peserta dan rutin membayar iuran tidak hanya ketika sakit.

Ia menilai hakikat program JKN-KIS adalah ketaatan selaku warga negara, perlindungan kesehatan bagi diri pribadi dan mengedepankan prinsip dengan gotong royong semua tertolong.

Ia kadang merasa heran ketika ada orang yang tidak menjaga kesehatan dengan makan sembarangan, istirahat kurang, merokok bahkan memakai narkoba dan minuman keras, begitu mendapat masalah pada tubuh justru BPJS Kesehatan yang disalahkan sementara sakit yang dialami karena ulah sendiri.

Pada sisi lain ia mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat karena selain mudah jauh lebih murah biayanya ketimbang membeli sehat saat sudah sakit.

Menurut dia, kunci untuk hidup sehat adalah menjaga makanan yang masuk ke tubuh karena jika semua masuk ibarat rumah akan menyebabkan banyak sampah yang masuk.

Lalu meningkatkan aktivitas fisik dengan berolahraga secara rutin dan beristirahat dengan cukup dan berkualitas.

Sementara Kepala Departemen Administrasi Kepesertaan Pekerja Penerima Upah BPJS Kesehatan Lucky Hefriat mengatakan pihaknya terus mengedukasi masyarakat agar kesadaran hidup sehat meningkat. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Atman Ahdiat
Semangat Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk memacu pertumbuhan di sektor pariwisata terpancar pada Forum Investasi Regional ...
Baca Juga