Sabtu, 22 Juli 2017 - 28 Syawwal 1438 H

Wagub Ajak Semua Menahan Diri Terkait Mandeh

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit. (ANTARA SUMBAR/Istimewa)
Padang, (Antara Sumbar) - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit meminta semua pihak untuk menahan diri terkait persoalan dugaan perusakan Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Mandeh, karena polemiknya hanya akan merugikan daerah.

"Sebaiknya persoalan Mandeh jangan diributkan seperti ini. Apalagi sampai menuding menyebut nama. Yang rugi nanti adalah daerah baik Pesisir Selatan maupun Sumbar," katanya di Padang, Rabu.

Menurutnya investor tidak akan mau masuk jika "image" destinasi sudah buruk. Padahal telah 15 tahun membangun "image" Mandeh.

"Kalau memang ada persoalan, saya mengajak, mari kita dudukkan bersama. Jangan dihebohkan seperti ini," tambahnya.

Ia yakin dengan duduk bersama semua persoalan akan bisa dicarikan solusi terbaik.

Sementara itu terkait persoalan dugaan perusakan hutan lindung, ia meminta hal itu diserahkan kepada Kementerian Kehutanan.

"Semuanya ada aturan yang jelas. Kita percayakan pada aturan tersebut," kata dia.

Sebelumnya Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menengarai perusakan Kawasan Mandeh yang berada di daerahnya dilakukan oleh pejabat daerah dan provinsi.

Bahkan ia menyebutkan inisial pejabat daerah tersebut yang diisyaratkan dengan BA 5 dan BA 5 G.

Kawasan Wisata Mandeh adalah kawasan seluas 18 hektare berupa laut dan gugusan pulau di Pesisir Selatan dan Kota Padang.

Kawasan itu sering disebut Raja Ampat dari Sumatera sehingga mengundang banyak investor untuk masuk.

Sebagian investor diduga melakukan perusakan lingkungan dan hutan bakau di daerah itu. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Ira Febrianti
Padang, (Antara Sumbar) - Dalam keseharian, kita mengenal sebutan karakter sebagai suatu tindakan yang sudah menjadi kebiasaan ...
Baca Juga