Kamis, 29 Juni 2017 - 5 Syawwal 1438 H

2.153 Siswa Se-Indonesia Ikut Kompetisi Matematika Nalaria

Ilustrasi (Antara)
Bogor, (Antara Sumbar) - Sebanyak 2.153 siswa dari jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA se-Indonesia mengikuti Kompetisi Matematika Nalaria Ralistik (KMNR) yang diselenggarakan Klinik Pendidikan Mipa di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Minggu.

"Sebanyak 2.153 anak yang ikut KMNR hari ini adalah mereka yang lolos seleksi dari 250 ribu anak yang ikut kompetisi se-Indonesia," kata Presiden Direktur Klinik Pendidikan Mipa, Raden Ridwan Hasan Saputra.

Ridwan menyebutkan 2.153 siswa berasal dari 55 kota dan kabupaten di Indonesia yang lolos seleksi dari 250 ribu peserta yang ikut seleksi KMNR di wilayah masing-masing.

"Hari ini adalah final, akan dicari juara satu sampai tiga dari setiap jenjang pendidikan," katanya.

Ia mengatakan mereka yang mengikuti final KMNR hari ini, yang menang jadi juara akan dipilih mengikuti olimpiade nasional matematik yang akan dilangsungkan bulan Juni 2017 di Riau.

Selain itu peserta juga diseleksi untuk mengikuti kompetisi matematikan tingkat internasional seperti Singapure Mathematic Competition, dan China Mathematic Competition.

Ridwan menjelaskan Kompetisi Matematik Nalaria Realistik yang diselenggarakan KPM sudah yang ke 13 kalinya digelar. Setiap tahun, jumlah peserta meningkat.

Uniknya, kompetisi tersebut tidak dipungut biaya. KPM merupakan lembaga pendidikan yang menerapkan pembiayaan secara sukarela. Begitu pula kompetisi tersebut, peserta cukup membayar seikhlasnya.

Di setiap pintu masuk dan ruang kompetisi terdapat kotak keropak yang digunakan tempat menampung uang sumbangan dari para peserta.

"Kami tidak memungut biaya dalam kompetisi ini, cukup bayar seikhlasnya. Tidak dipaksa," kata Ridwan.

Ridwan menjelaskan matematika nalaria realistik adalah metode pembelajaran matematika secara nalar sehingga anak-anak lebih mudah belajar matematika tanpa ada rasa takut atau cemas.

"Matematika kerap jadi pelajaran yang menakutkan, dianggap sulit, dan tidak semua anak menyukainya. Matematika nalaria mengajarkan pelajaran matematika secara nalar dan mudah diserap anak-anak," katanya.

Demikian pula kompetisi yang dilaksanakan juga bertujuan supaya anak-anak menggemari matematika, dan membantu pendidikan anak agar mendapat nilai lebih tinggi.

"Kompetisi juga bertujuan untuk menseleksi bibit-bibit unggul matematik yang akan diikuti dalam kompetisi di tingkat nasional dan internasional," katanya.

Menurut matematika nalaria menggunakan penalaran dalam memahami pelajaran matematika. Ciri soalnya banyak soal mikir dan nalar mengasah daya pikir.

Contoh soal matematika nalar, 10 anak sedang bermain petak umpet, tiga orang sudah ditemukan, berapa orang lagi yang belum ditemukan.

"Secara hitung-hitungan jawabnya pasti tujuh. Padahal yang bermain ada 10 anak, satu anak sedang jaga, jadi yang tersisa itu ada sembilan anak, jawabnya berarti enam orang," katanya.

Ridwan menambahkan pendidikan matematika penting diajarkan kepada anak-anak agar membantu mereka mampu berpikir logis.

"Jika mampu matematika, Inshaa Allah hidup lebih baik. Matematika membantu memecahkan masalah dan berfikir logis," katanya.

Afel Allaric A, siswa kelas VI SD Muhammadiyah 4 Pucang, Jawa Timur termotivasi mengikuti KMNR karena menyenangi pelajaran matematika.

"Senang dengan matematika karena asik belajarnya. Biar gampang belajar matematika hapalkan rumus, dan rajin berlatih," kata Afel.

Afel ikut KMNR bersama 12 orang temannya didampingi guru matematikanya. Motivasinya bisa ikut kompetisi ke jenjang lebih tinggi. (*)





Editor : M R Denya

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : ikhwan Wahyudi
Padang (Antara Sumbar ) - Memasuki usia 65 tahun  Gazali menjadi  satu-satunya pria penghuni komplek perumahan karyawan ...
Baca Juga