Rabu, 24 Mei 2017 - 28 Sya'ban 1438 H

Gubernur Minta Sekolah Kreatif Antisipasi Kekurangan Komputer

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.
Padang, (Antara Sumbar) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno meminta sekolah lebih kreatif mencari pendanaan guna mengantisipasi kekurangan komputer agar dapat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 2018.

"Pemerintah akan membicarakan dengan DPRD Sumbar terkait anggaran pengadaan komputer ini 2018, tetapi sebaiknya sekolah juga kreatif tidak hanya mengandalkan dari dana APBD," katanya usai meninjau UN di SMAN 10 Padang, Senin.

Masih banyaknya sekolah yang melaksanakan ujian berbasis kertas, disebabkan oleh kekurangan anggaran di sekolah untuk pengadaan komputer, dan tidak kreatifnya sekolah dalam mencari pendanaan, sehingga hal itu tidak terpenuhi.

"Kita berharap tahun depan siswa di Sumbar dapat melaksanakan UNBK 100 persen," ujarnya.

Terkait pelaksanaan UN tingkat SMA pada 10 hingga 13 April 2017, gubernur berharap dapat berjalan dengan lancar, tanpa kendala apa pun, serta siswa dapat mengikuti ujian dengan baik.

Sementara Kepala SMAN 10 Padang, Parendangan mengatakan sebelumnya jumlah komputer di sekolahnya hanya 40 unit, kemudian pihaknya mencari pendanaan melalui komite dan donatur-donatur.

Sehingga dapat mengikuti ujian dengan sistem UNBK dengan ketersediaan sebanyak 95 unit komputer dan cadangan sebanyak lima unit komputer.

"Dalam mengantisipasi kekurangan komputer untuk UNBK, kita mencari donatur dari luar, seperti Semen Padang, Bank Nagari dan lain-lain," katanya.

Sementara Kepala SMAN 2 Padang, Syamsul Bahri mengatakan pihaknya masih melaksanakan ujian dengan menggunakan kertas karena kekurangan unit komputer.

"Namun pada 2018 ditargetkan akan mengikuti UNBK, dengan pengusahaan pengadaan unit komputer baru dengan mencari donatur dan sumbangan alumni," katanya.

Berdasarkan data Disdik Sumbar, baru sekitar 32 persen SMA dari 497 SMA di Sumbar yang mengikuti UNBK, hanya 160 sekolah yang mengikuti UNBK dengan jumlah peserta 22.746 siswa.

Dari 160 sekolah yang mengikuti UNBK itu, sebanyak 87 sekolah menjadi penyelenggara UNBK secara mandiri dan 73 sekolah bergabung ke sekolah lain, agar dapat ujian dengan sistem UNBK.

Sedangkan pelaksanaan ujian dengan menggunakan kertas diikuti sebanyak 337 sekolah dengan jumlah peserta 30.328 siswa, yang terdiri dari 155 sekolah negeri dan 182 swasta. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Miko Elfisha
    Pagi itu seharusnya Suril Dirman (59) bahagia karena bawang merah yang telah dipeliharanya dengan teliti selama dua ...
Baca Juga