Rabu, 18 Oktober 2017 - 28 Muharram 1439 H

Dana Desa Kabupaten Solok Rp64,08 Miliar

Ilustrasi - Dana Desa.
Arosuka, (Antara Sumbar) - Dana desa tahun 2017 untuk Kabupaten Solok, Sumatera Barat mencapai Rp64,08 miliar bagi 74 nagari.

"Setiap nagari nominalnya berbeda. Sesuai rasio kebutuhan masing-masing," Kata Kepala Seksi Fasilitas Pengelola Keuangan Pefi Aike Yandra mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kabupaten Solok, Medison di Arosuka, Jumat.

Ia menjelaskan pembagian dana desa berdasarkan rasio jumlah penduduk, rasio jumlah penduduk miskin, rasio luas wilayah nagari, dan rasio indeks kesulitan geografis kabupaten Solok.

Sesuai Permendes, dana desa tersebut digunakan untuk pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat.

"Dana desa tahun 2017 bisa dicairkan dari Maret hingga Agustus tahun ini," ujarnya.

Ia mengatakan nagari saat ini dalam tahap mengumpulkan keperluan administrasi dan mengurus laporan nagari.

Dana desa diturunkan dari kas negara, ke kas daerah di Badan Keuangan Daerah yang kemudian baru ditransfer ke rekening nagari, ujarnya.

Kepala Bidang Pembangunan dan Pengembangan Nagari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari, Yon Afrizal mengatakan bahwa nagari-nagari di Kabupaten Solok harus memiliki Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) untuk mengembangkan potensi dan kemandirian nagari tersebut.

"Sudah ada 17 nagari yang membentuk BUMNag, dan delapan nagari baru akan membentuk," ujarnya.

Ia mencontohkan salah satu nagari seperti Batang Barus membuat usaha Pasar Nagari, Agro Wisata kebun teh, dan air bersih. Selain itu, BUMNag Jawi-jawi membuat usaha pemasaran hasil pertanian.

"Sosialisasi untuk pembentukan BUMNag sudah dari tahun 2015, kami sekarang hanya melakukan pembinaan lanjutan," ujarnya.

Sedangkan delapan nagari yang akan membentuk BUMNag, yaitu Koto Laweh, Koto Hilalang, Simanau, Rangkiang Luluih, Paninjauan, Tikalak, Koto Sani, dan Panyangkalan.

Ia mengatakan salah satu BUMNag yang menjadi percontohan adalah BUMNag Koto Baru yang melakukan usaha konveksi dan simpan pinjam yang telah memiliki modal dana dari pihak ketiga.

Kendala yang dihadapi masyarakat dalam mendirikan BUMNag adalah kekhawatiran bagaimana usaha tersebut berjalan kedepannya dan masih bingung membuat perencanaannya.

Sementara itu, Wali Nagari Siaro-aro, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabipaten Solok, Elisuandri mengatakan bahwa nagarinya pada 2017 mendapat dana desa sebesar Rp1,7 miliar meningkat dari tahun 2016 yang sebesar Rp1,5 miliar.

"Penggunaan tahun ini untuk perbaikan jalan lanjutan, pencoran jalan, irigasi perpipaan, pembuatan pos ronda, dan kegiatan pembinaan perangkata nagari," ujarnya.

Ia menyebutkan nagari dengan 302 penduduk tersebut pada tahun 2016 sudah membangun tiga titik jalan sepanjang 3,5 km.

Tiga titik jalan tersebut, yakni jalan ke puncak Lubuk Pakung, Puncak Balai ke Puncak Tambang Puti, dan Lanjutan Muaro ke Kapalo Aia.

Ia mengatakan kendala yang dihadapi dalam pencairan dana adalah melengkapi dokumen nagari dalam penyelesaian administrasi.

"Tapi, walaupun begitu, wajarlah untuk sebuah proses," ujarnya. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Ikhwan Wahyudi
Padang, (Antara Sumbar) -Waktu menunjukan pukul 06.50 WIB saat bunyi bel memecah keceriaan pagi di SD Bustanul Ulum yang ...
Baca Juga