Minggu, 23 April 2017 - 27 Rajab 1438 H

Industri Busana Potensial Naikkan Pamor Pariwisata Sumbar

Sari Lenggogeni. (ANTARA SUMBAR/Dokumen Pribadi)
Padang, (Antara Sumbar) - Direktur Pusat Kajian Pariwisata Universitas Andalas (Unand) Padang Sumatera Barat, Sari Lenggogeni mengatakan industri busana bisa menjadi salah satu penunjang perkembangan pariwisata halal.

"Salah satu unsur dalam pembangunan pariwisata adalah sektor industri dan ini sangat berpotensi untuk membantu pengembangan wisata halal di Sumbar," katanya di Padang, Minggu.

Ia mengatakan industri konveksi dan pakaian jadi menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Sumbar.

Merujuk hal ini menurut dia selanjutnya pemerintah bisa mengembangkan industri busana yang yang difokuskan pada industri pakaian muslim mengingat rata-rata wisatawan yang datang ke Sumbar rata-rata beragama Islam.

"Hal ini menjadi peluang untuk dikembangkan, ditambah pula Indonesia yang juga produktif dalam produksi pakaian muslim, seperti dalam produksi hijab," kata dia.

Selanjutnya ia menambahkan hal ini perlu dikembangkan karena berdasarkan data dari Thomson Reuters total pasar muslim adalah 142 juta dengan pengeluaran 1.304 milyar dolar US atau 11 persen dari total pasar.

"Dengan jumlah wisatawan muslim yang terbilang tinggi dengan jumlah pengeluaran yang besar maka ini bisa menjadi salah satu alasan untuk mengembangkan industri pakaian muslim," katanya.

Ia menambahkan perilaku wisatawan tidak hanya datang untuk berwisata, akan tetapi mereka juga akan berbelanja, jika pemerintah bisa mempersiapkan ini dengan baik maka selanjutnya bisa meningkatkan perekonomian di Sumbar.

Sebelumnya Deputi II Bidang Koordinator Politik Luar Negeri Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Lutfi Rauf mengatakan pengembangan wisata halal di Sumatera Barat memiliki potensi memperkuat pembangunan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Pemerintah Sumbar dapat memanfaatkan pengembangan wisata halal untuk mendapatkan investasi dan keuntungan dan perkembangannya wisata halal ini bisa menjadi salah satu identitas masyarakat ASEAN," katanya. (*)





Editor : M R Denya

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Hendra Agusta
          Pihak Palm Oil Agribusiness Stategic Policy Institute (PASPI) selaku lembaga kajian agrobisnis ...
Baca Juga