TENTANG KAMI | INDEX | REDAKSI | IKLAN | RSS | PETA | KONTAK | KETENTUAN | FORUM | FACEBOOK | Twitter | REGISTER | SIGN IN
Jumat, 24 Maret 2017 - 26 Jumadil Akhir 1438 H

Membangun Destinasi Masjid dengan Panorama Gunung Kerinci

Gunung Kerinci. (Antara)
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, tengah menyiapkan pembangunan Masjid Agung yang memiliki panorama keindahan pemandangan alam Gunung Kerinci.

"Masjid itu disamping untuk tujuan utamanya sebagai tempat beribadah kaum muslim juga bisa menjadi destinasi wisata religi sekaligus jamaah dapat menikmati panorama keindahan alam gunung api aktif tertinggi di Sumatera, yakni Gunung Kerinci," kata Wakil Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman.

Ia berharap Masjid Agung itu nantinya dapat menjadi "magnet" kunjungan wisata religi seperti masjid di Pasir Pangaraian di Provinsi Riau.

Masjid itu akan dibangun di area Hak Guna Usaha (HGU) PT Mitra Kerinci yang bergerak di bidang perkebunan teh di Jorong Sungai Lambai, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir yang berdekatan dengan kawasan Gunung Kerinci.

Karena berada dalam HGU perusahaan swasta, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan tengah menyiapkan tukar guling lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Masjid Agung setempat.

"Kami tengah menyiapkan lahan di Wonorejo, Kecamatan Sangir, untuk tukar guling lahan milik PT Mitra Kerinci yang akan digunakan untuk membangun masjid agung," ujarnya.

Ia mengharapkan proses tukar guling lahan bisa terlaksana dengan baik dan dapat segera dilakukan pembersihan lahan atau "land clearing" untuk pembangunan ini.

Menurut dia, lahan untuk pembangunannya seluas sekitar lima hektare, dan saat ini dalam proses penjajakan dengan pemilik tanah.

Masjid yang direncanakan berkapasitas 1.000 orang itu, akan dilengkapi dengan fasilitas manasik haji, payung yang bisa membuka dan menutup secara otomatis, kubah yang bisa berputar, lift kapsul dengan kaca transparan, kemudian menara-menara yang mirip di Masjidil Haram dan dilengkapi eskalator atau tangga berjalan.

Ia menyebutkan saat ini proses pembangunan Masjid Agung menunggu tender. Pemerintah Kabupaten setempat pada awal pembangunan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar.

"Untuk tahun depan (2018) disediakan Rp30 miliar kemudian ditambah lagi Rp25 miliar pada anggaran 2019," sebutnya.

"Rencananya jika semua sudah siap akan dilaksanakan acara peluncuran pembangunan masjid tersebut dan pihak panitia rencananya mengundang Aa Gym (Abdulah Gymnastiar) untuk berceramah.

Pemerintah Daerah Solok Selatan menargetkan pembangunan masjid yang berada di kawasan perkebunan teh ini bisa dituntaskan pada 2019 dan dibiayai secara "multiyears".

Sebelumnya Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria menyebutkan Masjid Agung tersebut ditargetkan menjadi salah satu destinasi wisata di kabupaten yang berbatasan dengan Kerinci, Jambi itu.

"Masjid itu akan dilengkapi dengan fasilitas modern," ujarnya.

Selain sebagai tempat beribadah, masjid itu nanti bisa sebagai tempat istirahat karena memiliki panorama kebun teh dan pemandangan Gunung Kerinci.

Menurutnya keberadaan masjid itu akan melengkapi objek-objek wisata yang kini tengah dikembangkan oleh masyarakat melalui kelompok sadar wisata serta destinasi yang dikembangkan oleh pemerintah daerah.

Sedangkan Wakil DPRD Solok Selatan, Armen Syahjohan menyebutkan Masjid Agung bisa menjadi destinasi wisata religi.

"Solok Selatan telah memiliki destinasi wisata alam dan budaya. Rencana pembangunan Masjid Agung ini akan melengkapi destinasi wisata itu," ujarnya.

Ia berharap masyarakat untuk mendukung rencana pembangunan masjid agung tersebut.

Gunung Kerinci
Situs Wikipedia menyebutkan Gunung Kerinci adalah gunung berapi dengan ketinggian 3.805 meter diatas permukaan laut (mdpl) dan bagian dari jajaran dari Bukit Barisan yang terakhir meletus 2009.

Gunung ini tercatat tertinggi di Pulau Sumatra, dan gunung berapi tertinggi di Indonesia. Gunung Kerinci terletak di Provinsi Jambi yang berbatasan dengan Sumatera Barat.

Gunung Kerinci terletak sekitar 130 kilometer arah Selatan kota Padang dan dikelilingi hutan lebat dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang merupakan habitat Harimau Sumatra dan Badak Sumatra.

Dari puncak Gunung Kerinci pengunjung dapat melihat dari kejauhan membentang pemandangan indah Kota Jambi, Padang, dan Bengkulu, bahkan Samudera Hindia terlihat dengan jelas.

Gunung Kerinci mempunyai kawah seluas 400 x 120 meter dan berisi air yang berwarna hijau. Di sebelah Timurnya terdapat Danau Bento dan rawa berair jernih tertinggi di Sumatera.

Gunung ini berbentuk kerucut dengan lebar 13 km (8 mil) dan panjang 25 km (16 mil), memanjang dari Utara ke Selatan.

Pada puncaknya di sisi Timur Laut terdapat kawah sedalam 600 meter (1.969 kaki) berisi air berwarna hijau. Hingga sekarang, kawah yang berukuran 400 x 120 meter itu masih status aktif.

Gunung Kerinci merupakan gunung tipe A aktif yang berada sekitar 130 kilometer arah Selatan Kota Padang.

Gunung ini memiliki keindahan panorama yang natural dengan kekayaan flora dan fauna dan dapat ditemui mulai dari dataran rendah hingga puncaknya. Pengunjung tidak saja dapat dinikmati keindahan Gunung Kerinci namun baik untuk penelitian dan pendidikan.

Gunung Kerinci selain panorama menakjubkan, juga menyimpan banyak misteri. Fenomena yang acap kali dikait kaitkan dengan dengan gunung ini adalha keberadaan manusia pendek.

Manusia pendek tersebut punya karakteristik tubuh ditumbuhi bulu, berwajah tua, tinggi badan mencapai sekitar 140 centimeter, berjalan tegak, dan senantiasa membawa tombak.

Misteri manusia pendek telah ada sejak dulu. Banyak peneliti datang melakukan studi tentang mahluk ini. Tapi sampai sekarang tidak ada hasil yang ditemukannya.

Tempat ini juga salah satu gunung di Indonesia yang menjadi tempat hiking dan digemari para pendaki.

Pembangunan destinasi Masjid Agung dengan latar belakang pemandangan alam Gunung Kerinci dengan segala keunikannya diharapkan bisa menjadi pelecut kemajuan pariwisata Kabupaten Solok Selatan. (*)


Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Azhari
         Hamparan hijau nan luas sejauh mata memandang ternyata bukan padang rumput, tapi kebun-kebun ...
Baca Juga