Kamis, 30 Maret 2017 - 3 Rajab 1438 H

BI : Layanan Keuangan Digital Sumbar Tumbuh Pesat

Kepala Perwakilan BI Sumbar, Puji Atmoko. (Antara)
Padang, (Antara Sumbar) - Bank Indonesia perwakilan Sumatera Barat mengemukakan perkembangan layanan keuangan digital di Sumbar tumbuh pesat ditandai dengan jumlah agen yang mencapai 1.986 hingga triwulan IV 2016 dengan laju pertumbuhan mencapai 65 persen dibandingkan 2015.

"Peningkatan itu juga diikuti kenaikan jumlah transaksi yang meningkat 22,7 persen dibandingkan 2015 yang didominasi transaksi top up uang elektronik," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Puji Atmoko di Padang, Senin.

Ia menyampaikan hal itu dalam Kajian Keuangan dan Ekonomi Regional Sumatera Barat periode Februari 2017.

Menurut dia peningkatan transaksi melalui agen layanan keuangan digital sejalan dengan kenaikan penggunaan uang elektronik di masyarakat.

"Pada triwulan IV 2016 transaksi uang elektronik mengalami kenaikan cukup siginifikan hingga 155 persen," ujar dia.

Ia mengatakan kenaikan tersebut tidak lepas dari banyaknya pemilik usaha yang menggunakan uang elektronik sebagai metode pembayaran.

Puji menyampaikan pihaknya terus mengedukasi masyarakat agar menggunakan transaksi nontunai karena lebih banyak keunggulan yang dimiliki.

Untuk mewujudkan Sumbar sebagai daerah dengan transaksi nontunai kami telah bekerja sama dengan pemangku kepentingan, lanjutnya.

Sementara Otoritas Jasa Keuangan mendorong masyarakat menjadi agen dari program Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) guna memberikan kemudahan akses keuangan bagi yang selama ini belum tersentuh oleh produk dari jasa keuangan.

Laku Pandai merupakan program penyediaan layanan perbankan atau layanan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank) dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi, kata Kepala Sub Administrasi Kantor OJK Sumbar, Muhammad Taufik.

Ia menjelaskan program Laku Pandai bertujuan untuk menyediakan produk-produk keuangan yang sederhana, mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang belum dapat menjangkau layanan keuangan
"Selain membantu masyarakat dalam kemudahan akses keuangan, menjadi agen Laku Pandai juga bisa menambah pemasukan untuk menambah modal usaha yang dijalankan dari imbal hasil yang didapat atas setiap transaksi yang dilakukan seperti penarikan, transfer, jual pulsa, bayar listrik dan lainnya," ujar dia. (*)


Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Ikhwan Wahyudi dan Siri Antoni
          Simancuang merupakan perkampungan penduduk yang berada di lajur-lajur perbukitan rendah dan ...
Baca Juga