TENTANG KAMI | INDEX | REDAKSI | IKLAN | RSS | PETA | KONTAK | KETENTUAN | FORUM | FACEBOOK | Twitter | REGISTER | SIGN IN
Jumat, 24 Maret 2017 - 26 Jumadil Akhir 1438 H

BMKG : Kondisi Atmosfir Sumbar Cenderung Kering

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). (Antara)
Padang, (Antara Sumbar) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping, Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan kondisi atmosfir atau kecuacaan provinsi itu cenderung kering tiga hari ke depan.

"Secara umum kondisi atmosfir Sumbar cenderung kering atau cerah berawan pada pagi hingga sore hari, namun dari sore hingga malam berpotensi terjadi hujan," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping Padangpariaman, Budi Samiadji saat dikonfirmasi dari Padang, Sabtu.

Ia mengatakan hal tersebut karena saat ini Sumbar dalam masa peralihan dari musim basah ke musim kering dan juga disebabkan oleh adanya pola siklonik di barat Bengkulu, daerah pertemuan massa udara di Sumbar bagian timur dan utara, dan tidak adanya pasokan uap air ke wilayah itu.

Oleh sebab itu potensi hujan pada sore hingga malam dengan intensitas sedang sampai lebat terjadi di wilayah Kabupaten Pasaman bagian timur, Sijunjung bagian timur, Dharmasraya, Limapuluh Kota bagian timur dan selatan, Pasaman Barat bagian utara.

Kemudian potensi hujan lokal pada sore sampai malam dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di Padang bagian timur seperti Indarung, Sitinjau, Limau Manis dan sekitarnya, Padang Panjang meluas ke Padangpariaman bagian timur khususnya Kayu Tanam dan Sicincin, Bukitinggi, Maninjau seperti Malalak, Lubuk Basung, Balingka.

Selanjutnya Limapuluh Kota bagian barat, Agam bagian timur, Kota Solok, Payakumbuh, Tanah Datar, Solok Selatan, Alahan Panjang, Pesisir Selatan bagian timur dan utara, Kota Pariaman, Tiku, Pesisir Selatan bagian utara, dan Mentawai khususnya Siberut-Sipora.

Tidak hanya hujan, namun juga potensi angin agak kencang dengan kecepatan 30 sampai 35 Kilometer per jam yang biasanya terjadi pada siang hari Mentawai, Padang, Padangariaman bagian barat, Kota Pariaman,Tiku, Pasaman Barat.

"Dampak dari itu bisa berupa longsor, banjir dan genangan air di Pasaman Barat bagian utara, Sijunjung, Dharmasraya, Limapuluh Kota bagian selatan dan timur,Malalak, Balingka, Sitinjau, Lembah Gumanti, Solok Selatan bagian selatan dan Pasaman bagian utara," katanya.

Untuk itu, Budi mengimbau masyarakat agar mewaspadai waspadai perubahan cuaca mendadak. "Masyarakat yang hendak keluar rumah sebaiknya membawa jas hujan dan payung karena cuaca yang rentan berubah-ubah," ujar dia.

Pihaknya akan memperbaharui informasi jika ada perubahan dinamika atmosfer. (*)






Editor : M R Denya

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Azhari
         Hamparan hijau nan luas sejauh mata memandang ternyata bukan padang rumput, tapi kebun-kebun ...
Baca Juga