Senin, 26 Juni 2017 - 2 Syawwal 1438 H

Warga Linggo Sari Baganti Butuh Jembatan Penghubung

JEMBATAN PASAR LABAN Sejumlah pelajar SD Negeri 01 Pasar Laban Bungus, Kecamatan Teluk Kabung Padang pulang sekolah meniti jembatan. Pembangunan jembatan dibiayai dari dana Coorporate Social Responsibility (CSR) Pertamina menelan anggaran sekitar Rp3,8 miliar. ()
Painan, (Antara Sumbar) - Warga Nagari (Desa Adat) Rantau Simalenang, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) butuh jembatan penghubung pascabanjir bandang memutuskan satu sarana penghubung sungai daerah itu pada 2011.

"Sejak 2011 hingga sekarang kami hanya mengandalkan satu jembatan sementara satunya rusak dihantam banjir," kata tokoh masyarakat setempat, Jaya Wardana di Painan, Sabtu.

Ia menyebutkan dengan satu jembatan warga harus menempuh jarak dua kilometer untuk bisa menyeberang.

"Antrean pada jembatan tidak bisa dihindarkan terutama di pagi hari, namun yang paling tidak efektif jarak dua kilometer yang harus ditempuh agar bisa sampai ke jembatan penyeberangan," tambahnya.

Menurutnya, upaya pembangunan ulang jembatan sudah beberapa kali dilakukan namun belum mendapat respon dari pemerintah setempat.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni berjanji secepatnya mengirim pejabat organisasi perangkat daerah terkait melakukan peninjauan.

"Hasil dari tinjauan itu akan jadi patokan jika kebutuhannya mendesak anggarannya akan segera kami siapkan," kata dia.

Menjelang pembangunan jembatan ia mengajak masyarakat sementara waktu menggunakan jembatan yang ada.

Selain itu, karena di daerah setempat pernah terjadi banjir bandang ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan sehingga dampak bencana bisa diminimalkan. (*)





Editor : M R Denya

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Miko Elfisha
          Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy baru saja menetapkan sistem pendidikan baru ...
Baca Juga