Kamis, 30 Maret 2017 - 3 Rajab 1438 H

10 Jenazah TKI akan Dimakamkan di Batam

Batam, (Antara Sumbar) - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau bekerjasama dengan Dinas Sosial Batam memakamkan 10 jenazah TKI korban kecelakaan kapal di Johor Malaysia pada 23 Januari 2017 yang hingga saat ini belum teridentifikasi.

"Iya, jenazahnya akan dimakamkan. Kemungkinan besar minggu depan," kata Kebiddokes Polda Kepri Kombes Pol Djarot Wibowo di Batam, Selasa.

Dalam peristiwa itu, sebanyak 20 jenazah ditemukan di Perairan Batam dan Bintan lima hari setelah kejadian diduga kuat terbawa arus karena bertepatan dengan musim angin utara.

Sebanyak 10 jenazah di antaranya sudah bisa teridentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification RS Bhayangkara Polda Kepri. Sehingga saat ini tinggal 10 jenazah di RS Bhayangkara Polda Kepri, Batam belum teridentifikasi.

Menurut Djarot meskipun nanti sudah dimakamkan namun jika masih ada pihak keluarga yang mencari dan DNA-nya cocok maka jenazah tersebut masih bisa diketahui identitasnya.

"Data-datanya sudah kami ambil. Sehingga jika nanti ada pembanding yang cocok maka identitasnya tetap bisa diketahui. Karena sudah lama, maka jenazah tersebut akan dimakamkan di Batam," kata Djarot.

Djarot mengatakan sudah melakukan berbagai cara untuk mengidentifikasi jenazah-jenazah tersebut namun terkendala minimnya data pembanding.

"Segala cara sudah dilakukan termasuk dengan DNA, namun memang data pembandingnya tidak ada yang cocok dengan 10 jenazah itu," kata dia.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga sebelumnya mengatakan dalam kasus tenggelamnya kapal TKI saat hendak kembali ke Batam pada 3 November 3016 ada dua jenazah tidak teridentifikasi yang akhirnya dimakamkan di Batam.

"Jika memang tidak teridentifikasi biasanya memang seperti itu. Namun sampel DNA-nya sudah tersimpan sehingga sewaktu-waktu ada yang mencari dan cocok bisa dketahui yang dikubur itu jenazah siapa," kata Erlangga.

Sebuah kapal pengangkut TKI ilegal yang bertolak dari Tanjung Bemban Batam pada 23 Januari dinihari mengalami kecelakaan di perairan Mersing Johor Malaysia karena terjangan ombak besar saat cuaca buruk.

Sebagian besar korban ditemukan di Mersing, sementara sebanyak 20 lainnya hanyut hingga sampai ke perairan Batam dan Bintan. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Ikhwan Wahyudi dan Siri Antoni
          Simancuang merupakan perkampungan penduduk yang berada di lajur-lajur perbukitan rendah dan ...
Baca Juga