Minggu, 26 Maret 2017 - 28 Jumadil Akhir 1438 H

BMKG: Curah Hujan di Sumbar Masih Tinggi

Ilustrasi- hujan. (ANTARA FOTO)
Padang, (Antara Sumbar) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping, Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan curah hujan di provinsi itu masih tinggi sehingga berpotensi menyebabkan banjir di beberapa daerah.

"Beberapa daerah di Sumbar berpotensi banjir seperti Kabupaten Limapuluh Kota, Pasaman bagian utara, Pasaman Barat bagian utara, dan Dharmasraya," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping Padang Pariaman, Budi Samiaji saat dikonfirmasi dari Padang, Jumat.

Ia mengatakan curah hujan yang masih tinggi itu disebabkan oleh adanya daerah belokan massa udara di sekitar Pasaman bagian utara dan Dharmasraya, adanya pertemuan massa udara di utara Pasaman Barat dan daerah siklonik di barat Saudera Hindia bagian barat.

Oleh sebab itu secara umum pembentukan awan-awan hujan sangat berpotensi yang menyebabkan terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat.

Wilayah yang berpotensi hujan hingga tiga hari ke depan ialah Kabupaten Limapuluh kota, Dharmasraya, Pasaman bagian utara, sijunjung bagian timur, Pasaman Barat dan Siberut.

Selanjutnya Solok Selatan bagian selatan, Pesisir Selata bagian timur, Kota Padang, Tanah Datar, Kota Solok dan Kabupaten Solok.

Ia menyampaikan hujan tersebut juga disertai angin yang cukup kencang khususnya di pesisir pantai Sumbar.

Kecepatan angin di pesisir pantai bisa mencapai 30 hingga 40 kilometer per jam dan biasanya terjadi sebelum atau saat hujan yang berpotensi terjadi di Padang, Padang Pariaman, Tiku, Pesisir Selatan, Solok selatan, sebagian Solok, dan Mentawai.

Dampak yang berpotensi terjadi yakni banjir di Pasaman bagian utara, Limapuluh Kota, Dharmasraya, dan Pasaman Barat.

Kemudian potensi longsor di Sitinjau, Malalak, Lembah Anai, Alahan Panjang, Solok Selatan, perbatasan Bengkulu dan Pesisir Selatan, Solok Selatan, perbatasan Riau dan Sumbar.

Untuk itu, Budi mengimbau masyarakat agar mewaspadai perubahan cuaca mendadak. Pihaknya akan memperbaharui informasi jika ada perubahan dinamika atmosfer. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Baca Juga